Logo Header Antaranews Sulteng

Sigi minta kades bantu pendataan siswa miskin ekstrem

Selasa, 3 Februari 2026 20:08 WIB
Image Print
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae (kanan) saat memberikan penjelasan kepada awak media terkait pentingnya kepala desa membantu kepala sekolah dalam pendataan anak-anak kategori miskin ekstrem di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Moh Salam

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta seluruh kepala desa (kades) agar dapat membantu kepala sekolah di wilayah masing-masing dalam melakukan pendataan anak-anak kategori miskin ekstrem.

"Pendataan diperlukan karena salah satu program prioritas ini terkait baju seragam sekolah gratis bagi anak-anak miskin ekstrem, " kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat ditemui awak media di Kalukubula Sigi, Selasa.

Bupati mengatakan pentingnya penggunaan satu data yang terintegrasi dalam mewujudkan 10 program unggulan pemerintah daerah yakni maju, berkelanjutan, berbasis pertanian dan pariwisata.

Dia mengemukakan ke depan para camat dapat memimpin rapat dengan kepala desa dan kepala sekolah untuk menentukan peserta didik yang berhak mendapatkan seragam sekolah gratis tersebut.

"Program bantuan seragam sekolah gratis ini kami berikan kepada mereka yang orang tuanya masuk kategori desil satu dan dua," ucapnya.

Ia menuturkan program bantuan seragam sekolah gratis ini sudah berjalan sejak tahun 2025 dan terus berlanjut setiap tahun ajaran baru.

"Jadi data sekolah dan desa ini harus dicocokkan agar anak-anak penerima bantuan seragam gratis ini tepat sasaran," sebutnya.

Menurut dia, seragam sekolah gratis dapat meringankan beban orang tua dengan menyasar siswa di PAUD/TK, SD, dan SMP dari keluarga kurang mampu.

"Bantuan seragam sekolah gratis ini terdiri dari pakaian, sepatu, buku tulis, dan perlengkapan belajar lainnya," kata dia.

Diketahui Pemkab Sigi sudah mulai menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis di daerah itu sebanyak 2.306 paket untuk jenjang SD 1.500 paket dan SMP 806 paket tahun 2025.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026