Palu (Antarasulteng.com) - Lomba balap sepeda wisata internasional Tour de Central Celebes (TdCC) di Sulawesi Tengah, 6-8 November 2017, menyediakan hadiah uang tunai bagi para juara dengan nilai total hampir Rp600 juta.

"Ya, tepatnya Rp574 juta, terdiri atas bonus-bonus dan hadiah bagi mereka yang tercepat mencapai garis finish," kata Muchsin Pakaya, Ketua Sekretariat Panitia Penyelenggara TdCC yang ditemui di Sekretariat TDCC di Kota Palu, Rabu.

Muchsin yang didampingi Race Director Panitia TdCC Dr Hasan menyebutkan bahwa hadiah-hadiah itu berasal dari pemerintah provinsi dan kabupaten serta para sponsor.

Sementara Dr Hasan menjelaskan bahwa hadiah itu akan diberikan sebagai bonus pada pebalap-pebalap yang mencatat prestasi pada lintasan-lintasan tertentu seperti sprint (adu kecepatan) dan king of mountain (KoM) yakni mereka yang terdahulu menaklukkan pendakian-pendakian tertentu yang penuh tantangan.

Selain bonus, juga akan diberikan hadiah uang tunai kepada pebalap tercepat 1 sampai 20 mencapai garis finish di setiap etape. Tercepat pertama misalnya, akan menerima hadiah Rp25 juta.

"Nilai hadiah itu masih bisa meningkat, tergantung kemampuan daerah, tetapi hadiah yang tersedia sekarang itu sudah sesuai standar internasional. Saya harap hadiah ini akan menarik bagi para calon pebalap," ujarnya.



Menurut Hasan, yang mantan pebalap sepeda nasional itu mengatakan bahwa nilai hadiah serta rute balapan yang penuh tatangan merupakan dua hal yang paling menentukan daya tarik pebalap sepeda profesional dunia dan nasional untuk berpartisipasi pada iven-iven seperti ini.

Ketika ditanya manfaat yang bisa dipetik daerah dari penyelenggaraan TdCC ini, Hasan mengatakan bahwa TdCC yang menghabiskan anggaaran miliaran rupiah ini akan membawa manfaat ekonomi dan sosial yang sangat besar bagi Sulteng.

"Saya beri contoh penyelenggaraan Tour de Ijen di Banyuwangi, Jatim, belum lama ini. Pemerintah daerah membuang anggaran sampai Rp5 miliar, namun manfaat yang mereka terima mencapai sekitar Rp120 miliar berupa anggaran perbaikan jalan dan jembatan, sarana perhubungan, pembenahan obyek wisata, hotel, jasa-jasa, bisnis UKM dan sebagainya," ujarnya.

Khusus di Sulteng, katanya, dampak perbaikan jalan raya trans Sulawesi antara Kota Ampana ke Poso, misalnya, sekarang jarak tempuh antara dua kota kabupaten itu hanya sekitar dua jam yang sebelumnya bisa tiga jam karena jalanan sudah mulus.

"Dari aspek wisata akan terasa dalam beberapa waktu ke depan karena promosi yang dibuat para pebalap dari 30 negara lewat media sosial mereka seperti facebook, instagram dan twitter dengan follower yang mencapai puluhan bahkan ratusan ribu, pasti besar sekali dampaknya untuk menggaet kunjungan wisatawan ke daerah ini," ujarnya.



TdCC yang akan diikuti sekitar 120 pebalap mancanegara dan nasional itu akan menempuh jarak sepanjang 486,9 kilometer yang terbagi atas tiga etape.

Etape I berjarak 198 kilometer dari Ampana ke Danau Poso pada 6 November 2017, start pukul 10.00 WITA dan finish pukul 14.40 WITA.

Etape II Poso-Parigi sepanjang 135,6 kilometer, start pukul 09.00 Wita dan finish pukul 12.02 WITA pada 7 November.

Etape III Parigi-Sigi-Palu sepanjang 153,3 kilometer, start pukul 12.00 WITA dan finish di depan Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu pada 8 November pukul 15.34 WITA.

"Khusus dalam Kota Palu, para pebalap akan memutar sebanyak lima kali pada rute sepanjang 6,6 kilometer atau total panjang 33 kilometer, menyusuri jalan-jalan utama dengan maksud agar sebanyak mungkin masyarakat ibu kota Provinsi Sulteng ini bisa menikmatinya. 

Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2024