Militer Israel sebarkan selebaran tawarkan hadiah atas informasi Hamas

id hadiah uang,selebaran,militer israel,informasi hamas,israel,hamas

Militer Israel sebarkan selebaran tawarkan hadiah atas informasi Hamas

Arsip foto - Seorang peserta mengikuti aksi damai Depok untuk Palestina di GDC, Depok, Jawa Barat, Minggu (26/11/2023). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap penderitaan rakyrat Palestina akibat serangan militer Israel serta mendukung kemerdekaan Palestina. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.

Kota Gaza, Palestina (ANTARA) - Militer Israel pada Kamis (14/12) menyebarkan selebaran di Jalur Gaza yang menawarkan hadiah uang atas informasi yang dapat mengarah kepada penangkapan para pemimpin kelompok Palestina, Hamas.

Aktivis Palestina membagikan gambar selebaran tersebut secara daring, di mana pihak militer Israel menyeru kepada warga untuk menyediakan informasi mengenai Yahya Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza, dan saudaranya Muhammed Sinwar, seorang pemimpin militer terkemuka pada sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam.

Selain Sinwar bersaudara, militer Israel juga mencari informasi mengenai Mohammed Deif, komandan jenderal Brigade Al-Qassam, dan Rafaa Salameh, yang memimpin Batalyon Khan Younis.

Selebaran tersebut yang menggunakan nama dan lambang militer Israel menuliskan: "Warga Gaza, Hamas telah kehilangan kekuatannya. Akhir Hamas sudah dekat."

Selanjutnya selebaran itu menuliskan: "Demi masa depan kalian, berikan informasi yang memungkinkan kita untuk menangkap mereka yang telah membawa kehancuran ke Jalur Gaza."


"Bagi mereka yang menyediakan informasi akan menerima hadiah uang: untuk Yahya Sinwar sebesar 400 ribu dolar AS (Rp6,1 miliar), Muhammed Sinwar sebesar 300 ribu dolar AS (Rp4,6 miliar), Rafaa Salameh 200 ribu dolar AS (Rp3,1 miliar) dan Mohammed Deif 100 ribu dolar (Rp1,5 miliar)."

Militer Israel juga menuliskan informasi kontak dan nama akun Telegram pada selebaran itu.

Sejak terjadinya konflik, militer Israel telah menyebarkan selebaran di beberapa kawasan di Jalur Gaza sebagai bentuk perang psikologis terhadap penduduk.

Tujuannya adalah untuk melemahkan dukungan rakyat terhadap kelompok perlawanan tersebut.