Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) melibatkan KARSA Institute dalam program penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan di daerah tersebut.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan salah satu bentuk kerja sama tahun 2026 terkait pengelolaan sampah organik dengan skala kecil yakni tingkat desa menjadi sumber ekonomi baru untuk masyarakat.
"Pemerintah daerah sangat terbantu dengan kerja sama lembaga swadaya masyarakat dalam melakukan pendampingan khususnya pada sektor pertanian dan pemberdayaan desa," kata Rizal saat ditemui awak media di Sigi, Senin.
Ia mengemukakan pentingnya keterlibatan Karsa Institute dalam pemberdayaan masyarakat, perempuan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sigi.
"Ke depan hanya dengan sampah dua ton setiap harinya per desa bisa diolah dan diubah menjadi biogas termasuk dapat membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan asli daerah," ucapnya.
Ia menuturkan program yang berbasis pengelolaan masyarakat sejalan dengan visi misi daerah dalam pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sigi.
"Tentunya program pemberdayaan ini bisa menurunkan angka pengangguran karena terbukanya lapangan pekerjaan," sebutnya.
Menurut dia, program pemberdayaan sendiri hanya memerlukan modal kecil dengan manfaat besar dan berulang termasuk mengurangi beban APBD serta belanja negara.
"Ke depan masyarakat melalui program pemberdayaan ini merasakan bahwa dengan sampah bisa mendapatkan penghasilan untuk kehidupannya sehari-hari," kata dia.
Rizal pun menyebutkan akan melakukan kunjungan ke lapangan dengan menyiapkan wilayah percontohan sebagai langkah awal sebelum pengembangan skala besar.