Palu (ANTARA) - Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah dan Dinas Pariwisata provinsi setempat menjalin sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna mendorong penguatan sektor pariwisata daerah.

Ketua STAH Agus Budi Wirawan dalam audiensi bersama Dispar Sulteng di Palu, Selasa, memperkenalkan jajaran akademisi serta keunggulan institusi yang tengah bertransformasi menuju status institut itu.

“Kampus siap mencetak lulusan kompeten untuk mendukung sektor pariwisata daerah,” katanya.

Ia menyebut kolaborasi menjadi fondasi penting dalam menyelaraskan dunia akademik dengan kebutuhan industri pariwisata yang berkembang pesat.

Sementara itu, Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan STAH telah terakreditasi B, terbuka untuk umum, bersifat inklusif lintas agama serta didukung tenaga pengajar lintas bidang untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional sektor wisata.

Kepala Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan, I Gede Adiyana Putra, berharap adanya akses lebih luas bagi mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan PPL terintegrasi di instansi kedinasan.

“Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga warisan budaya lokal seperti budaya Kaili sembari mempromosikannya ke level internasional,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihak kampus berharap sinergi tersebut dapat terjalin melalui kerja sama penelitian, pengembangan destinasi, hingga pemasaran digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sulteng Diah Agustiningsih menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis memperkuat SDM pariwisata daerah.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan rencana pembukaan rute penerbangan internasional Palu-Guangzhou (Tiongkok) pada April mendatang yang dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kesiapan tenaga pariwisata, khususnya di bidang hospitality dan kepemanduan yang bersertifikasi.

“Kami tengah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai sarana uji kompetensi pemandu wisata dan mengajak mahasiswa mengisi kebutuhan tenaga kerja profesional yang mampu membawa citra positif bagi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi lima pilar pembangunan pariwisata, yakni pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media promosi. 

Menurut dia, kolaborasi dengan mahasiswa di era digital saat ini menjadi sangat krusial, terutama dalam promosi destinasi melalui konten kreatif.

"Keberhasilan destinasi Danau Paisu Pok yang viral hingga ke mancanegara menjadi bukti nyata bahwa kekuatan media sosial dan pemanfaatan teknologi seperti AI mampu meningkatkan kunjungan secara signifikan,” ujarnya.

Diah juga menyatakan kesiapan memberikan kuliah umum di kampus untuk berbagi pengalaman praktis sekaligus pengelolaan potensi wisata desa, seperti Kampung Salena dan kawasan megalit di Lore Lindu.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat daya saing pariwisata di Sulawesi Tengah sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.