Komunitas Motor Antik Perlakukan Koleksinya Layaknya Pusaka
Kamis, 15 November 2012 13:16 WIB
Ilustrasi (Antara)
Magelang (antarasulteng.com) - Komunitas Motor Antik Magelang memperlakukan koleksinya mirip benda pusaka dengan "menjamas" (mandi bunga) motor antik mereka di kompleks Candi Pawon.
"Biasanya 'jamasan' identik dengan keris, namun pada 1 Syura ini kami melakukan 'jamasan' motor antik yang merupakan barang langka di Indonesia," kata Koordinataor Jamasan, Umar Kusaeni, di Magelang, Kamis.
Pada kesempatan tersebut sebanyak sembilan motor antik buatan sebelum tahun 1960 dijamasi (dimandikan) dengan air bunga di depan Candi Pawon, Kabupaten Magelang. Motor antik tertua yang dijamasi jenis BSA buatan Inggris tahun 1941.
Ritual jamasan motor antik dimulai dari halaman Hotel Pondok Tingal dilanjutkan kirab menuju Candi Pawon dengan membawa dua tumpeng dan sepeda motor dituntun oleh pemiliknya.
Umar menuturkan, sebagai masyarakat Jawa ingin melestarikan tradisi jamasan, bukan hanya keris tetapi juga benda lain yang sudah termasuk langka.
"Kami mencoba melestarikannya karena motor antik yang ada di Indonesia saat ini semakin jarang karena banyak diburu kolektor dari luar negeri," katanya.
Ia berharap dengan jamasan ini pemilik motor antik tetap menjaga barang berharga itu jangan sampai lari ke luar negeri.
"Kegiatan ini juga bertujuan untuk meminta keselamatan bagi pemilinya, karena penggemar motor antik sering 'touring' untuk berkunjuing dengan komunitas lain di luar kota," katanya. (H018)
"Biasanya 'jamasan' identik dengan keris, namun pada 1 Syura ini kami melakukan 'jamasan' motor antik yang merupakan barang langka di Indonesia," kata Koordinataor Jamasan, Umar Kusaeni, di Magelang, Kamis.
Pada kesempatan tersebut sebanyak sembilan motor antik buatan sebelum tahun 1960 dijamasi (dimandikan) dengan air bunga di depan Candi Pawon, Kabupaten Magelang. Motor antik tertua yang dijamasi jenis BSA buatan Inggris tahun 1941.
Ritual jamasan motor antik dimulai dari halaman Hotel Pondok Tingal dilanjutkan kirab menuju Candi Pawon dengan membawa dua tumpeng dan sepeda motor dituntun oleh pemiliknya.
Umar menuturkan, sebagai masyarakat Jawa ingin melestarikan tradisi jamasan, bukan hanya keris tetapi juga benda lain yang sudah termasuk langka.
"Kami mencoba melestarikannya karena motor antik yang ada di Indonesia saat ini semakin jarang karena banyak diburu kolektor dari luar negeri," katanya.
Ia berharap dengan jamasan ini pemilik motor antik tetap menjaga barang berharga itu jangan sampai lari ke luar negeri.
"Kegiatan ini juga bertujuan untuk meminta keselamatan bagi pemilinya, karena penggemar motor antik sering 'touring' untuk berkunjuing dengan komunitas lain di luar kota," katanya. (H018)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020