30 Persen Guru Tak Buat RPP
Rabu, 21 November 2012 16:59 WIB
Ilustrasi- Pelajaran Matematika (Foto antaranews.com)
Palu, (antarasulteng.com) - Akademisi Universitas Tadulako Palu Gazali Lembah mengatakan 30 persen guru tidak membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP, namun hanya menyalin dari sumber lain.
Saat "workshop" tentang pemutuan pendidikan di Palu, Rabu, Gazali mengatakan guru tersebut hanya menyalin RPP dari daerah lain dengan mata pelajaran yang sama.
"Saya pernah menemukan ada RPP yang masih diperuntukkan bagi sekolah di Jawa Barat, padahal gurunya mengajar di Sulawesi Tengah," kata Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri Tadulako Palu ini.
Dia mengatakan menjadikan sebuah referensi sebuah RPP milik orang lain masih diizikan namun jika sudah menyalinnya secara mentah-mentah tidak diperkenankan.
Dia mengatakan seorang guru harus terus meningkatkan kapasitasnya agar menghasilkan anak didik yang berkualitas.
Menyusun RPP adalah sebuah tugas seorang guru dan dibutuhkan untuk menyusun program pembelajaran. Program pembelajaran adalah acuan dasar bagi guru dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran.
RPP sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. RPP juga dianggap sebagai sekenario untuk keberhasilan seorang guru dalam mengajar.
Dia mengatakan mempersiapkan RPP adalah hal sangat penting dan harus dipenuhi oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar harena prangkat RPP telah memperjelas tujuan instruksional, perencanaan bahan, perencanan alat, metode, dan prosedur-prosedur pembelajaran untuk mencapai tujuan tersebut.(R026/SKD)
Saat "workshop" tentang pemutuan pendidikan di Palu, Rabu, Gazali mengatakan guru tersebut hanya menyalin RPP dari daerah lain dengan mata pelajaran yang sama.
"Saya pernah menemukan ada RPP yang masih diperuntukkan bagi sekolah di Jawa Barat, padahal gurunya mengajar di Sulawesi Tengah," kata Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri Tadulako Palu ini.
Dia mengatakan menjadikan sebuah referensi sebuah RPP milik orang lain masih diizikan namun jika sudah menyalinnya secara mentah-mentah tidak diperkenankan.
Dia mengatakan seorang guru harus terus meningkatkan kapasitasnya agar menghasilkan anak didik yang berkualitas.
Menyusun RPP adalah sebuah tugas seorang guru dan dibutuhkan untuk menyusun program pembelajaran. Program pembelajaran adalah acuan dasar bagi guru dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran.
RPP sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. RPP juga dianggap sebagai sekenario untuk keberhasilan seorang guru dalam mengajar.
Dia mengatakan mempersiapkan RPP adalah hal sangat penting dan harus dipenuhi oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar harena prangkat RPP telah memperjelas tujuan instruksional, perencanaan bahan, perencanan alat, metode, dan prosedur-prosedur pembelajaran untuk mencapai tujuan tersebut.(R026/SKD)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menaker akui adanya ABK Indonesia terjebak situasi perbudakan modern di laut
14 April 2021 11:34 WIB, 2021
Mendikbud Nadiem sederhanakan format rencana pelaksanaan pembelajaran
11 December 2019 14:35 WIB, 2019