Sigi, Sulteng, 4/2 (Antaranews Sulteng) - Petani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sedang panen raya kopi yang merupakan salah satu dari sejumlah komoditi unggulan di daerah itu.

Marlan (45), seorang petani di Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Senin, membenarkan panen kali ini cukup mengembirakan petani di wilayah itu.

Ia mengatakan panen raya kopi tidak hanya dinikmati oleh petani di Dataran Palolo tetapi juga Dataran Nokilalaki.

"Panen sekarang ini, buahnya cukup lebat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata dia.

Sebaliknya, untuk komoditi perkebunan unggulan lainnya yakni kakao, buahnya tidak selebat buah kopi.

Palolo dan Nokilalaki merupakan sentra produksi kakao terbesar di Kabupaten Sigi.

Hal senada juga disampaikan Arie, seorang petani kopi di Dataran Nokilalaki bahwa panen kopi di wilayah itu cukup mengembirakan.

Menurut dia, yang lebih menyenangkan lagi, di tengah-tengah berlangsungnya panen raya, harga komoditas ekspor tersebut juga tetap bertahan.

Harga biji kopi di tingkat petani saat ini berkisar Rp25.000/kg.

"Itu harga langsung di petani," kata dia.

Sementara harga kopi biji di pasaran Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah berkisar Rp27.000/kg. Ada selisih Rp2.000/kg.

"Dan ini cukup menguntungkan petani, jika menjual hasil panen langsung kepada pedagang pengumpul di Kota Palu," ujarnya.

Di Sulteng ada beberapa daerah sentra produksi kopi selain Kabupaten Sigi, seperti Kabupaten Poso,Donggala, Morowali, Banggai, Tolitoli, Buol,Parigi Moutong dan Tojo Una-Una.

Tetapi dua sentra produksi kopi terbesar di Sulteng adalah Kabupaten Sigi dan Poso.

Dua kabupaten di Sulteng itu, kini sedang gencar-gencarnya mengembangkan komoditi perkebunan, khususnya kopi, karena didukung kondisi tanah dan iklim yang memadai.

Dua daerah itu sangat cocok bagi pengembangkan komoditi kopi dan kakao.

Pewarta : Anas Masa
Editor : Anas Masa
Copyright © ANTARA 2024