Putra Gaddafi Segera Diadili
Sabtu, 5 Januari 2013 11:32 WIB
Saif al-Islam Gaddafi (reuters/Paul Hackett)
Kairo (antarasulteng.com) - Saif al-Islam, putra kedua pemimpin Libya almarhum Muammar Gaddafi akan diadili bulan depan, kata Menteri Kehakiman Salah Maraghni di televisi nasional Libya.
"Saif al-Islam Gaddafi, mantan Perdana Menteri Baghdadi al-Mahmoudi dan mantan kepala mata-mata Gaddafi, Abdullah al-Senussi akan diadili secepat interogasi selesai dalam bulan depan, seperti yang diharapkan," kata Maraghni dalam satu pernyataan.
Sidang awalnya ditetapkan pada September tahun lalu, tetapi telah ditunda karena ekstradisi Abdullah al-Senussi ke Libya dari Mauritania karena jaksa berharap dia bisa memberikan bukti lebih terhadap Saif al-Islam.
Saif, 40 tahun, dianggap penerus paling mungkin untuk Kolonel Gaddafi dan aktif mendukung upaya ayahnya untuk membatalkan pemberontakan Libya pada tahun 2011.
Rezim Gaddafi digulingkan pada Oktober 2011 oleh pasukan oposisi dengan bantuan NATO setelah perang saudara tujuh bulan.
Gaddafi, yang memerintah negara itu selama hampir 42 tahun, ditangkap dan dibunuh oleh pemberontak di dekat rumahnya di kota Sirte pada 20 Oktober.
Saif ditangkap pada November 2011 oleh satu kelompok milisi dari kota pegunungan barat Zintan, di mana ia ditahan sejak itu. (Ant/RIA Novosti-OANA)
"Saif al-Islam Gaddafi, mantan Perdana Menteri Baghdadi al-Mahmoudi dan mantan kepala mata-mata Gaddafi, Abdullah al-Senussi akan diadili secepat interogasi selesai dalam bulan depan, seperti yang diharapkan," kata Maraghni dalam satu pernyataan.
Sidang awalnya ditetapkan pada September tahun lalu, tetapi telah ditunda karena ekstradisi Abdullah al-Senussi ke Libya dari Mauritania karena jaksa berharap dia bisa memberikan bukti lebih terhadap Saif al-Islam.
Saif, 40 tahun, dianggap penerus paling mungkin untuk Kolonel Gaddafi dan aktif mendukung upaya ayahnya untuk membatalkan pemberontakan Libya pada tahun 2011.
Rezim Gaddafi digulingkan pada Oktober 2011 oleh pasukan oposisi dengan bantuan NATO setelah perang saudara tujuh bulan.
Gaddafi, yang memerintah negara itu selama hampir 42 tahun, ditangkap dan dibunuh oleh pemberontak di dekat rumahnya di kota Sirte pada 20 Oktober.
Saif ditangkap pada November 2011 oleh satu kelompok milisi dari kota pegunungan barat Zintan, di mana ia ditahan sejak itu. (Ant/RIA Novosti-OANA)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini alasan STY tak khawatirkan kekalahan timnas dari Libya di laga pertama
03 January 2024 15:13 WIB, 2024
Shin Tae-yong beberkan alasan pilih Libya dan Iran jadi lawan uji coba
20 December 2023 6:23 WIB, 2023
Minyak anjlok ketika infeksi virus terus melonjak, produksi Libya "rebound"
27 October 2020 8:34 WIB, 2020