Dian Sastro : lingkungan harus diperhatikan mulai sekarang
Senin, 22 April 2019 18:27 WIB
Selebriti Dian Sastrowardoyo dalam ajang pameran bertajuk "Laut Kita" di Plaza Indonesia Jakarta, Senin. (Foto ANTARA/ Alya Rahma Widyanti)
Jakarta (ANTARA) - Selebriti Dian Sastrowardoyo mengatakan kiamat akan segera terjadi jika manusia tidak memperhatikan lingkungan sejak sekarang.
"Kita di ambang kiamat yang kita ciptakan sendiri," kata Dian dalam ajang pameran bertajuk "Laut Kita" di Plaza Indonesia Jakarta, Senin.
Dian mengatakan bahwa selama ini kita juga ikut merusak lingkungan dengan kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering kita lakukan.
Membawa makanan atau jajanan ke rumah menggunakan plastik merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sering kita lakukan.
"Aku orangnya suka banget jajan, kebiasaan ini kalau kita tidak dimodifikasi dengan membawa rantang misalnya, kita semakin mendukung mereka untuk menggunakan barang-barang yang tidak ramah lingkungan" tambah Dian.
Dian sendiri mengaku awalnya tidak terlalu sadar dengan kerusakan yang terjadi di laut Indonesia. Namun setelah bergabung dalam pameran Sejauh Mata Memandang "Laut Kita" dia semakin banyak tahu akan kondisi laut Indonesia saat ini yang sudah sangat memprihatinkan.
Sampah yang dibuang ke laut hanya akan menyakiti hewan laut.
Dia juga mengatakan jika dia tidak merubah pola hidupnya sekarang maka dia sama saja ikut merusak.
Mungkin efeknya tidak sekarang namun nanti, anak dan cucu kita yang akan merasakan dampak dari sampah-sampah yang dibuang ke laut, tambahnya.
Dian tidak mau anak dan cucunya nanti mengkonsumsi makanan yang tidak sehat karena memakan mutasi dari plastik.
Bahkan saat ini ada paus yang mati karena di dalam perutnya terdapat enam kilogram plastik, tuturnya.
Melalui pameran Sejauh Mata Memandang "Laut Kita", Dian mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengganti penggunaan kantong plastik ke kantong kain yang ramah lingkungan lewat aksi "Rampok Plastik" .
Aksi "Rampok Plastik" ini telah Dian lakukan pada 14 April saat Car Free Day. Dian berhasil menukarkan 450 kantong kain dengan 1000 kantong plastik.
Baca juga: Alasan Dian Sastro berbisnis kuliner sehat
Baca juga: Dian Sastrowardoyo suka gaya busana yang simpel
"Kita di ambang kiamat yang kita ciptakan sendiri," kata Dian dalam ajang pameran bertajuk "Laut Kita" di Plaza Indonesia Jakarta, Senin.
Dian mengatakan bahwa selama ini kita juga ikut merusak lingkungan dengan kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering kita lakukan.
Membawa makanan atau jajanan ke rumah menggunakan plastik merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sering kita lakukan.
"Aku orangnya suka banget jajan, kebiasaan ini kalau kita tidak dimodifikasi dengan membawa rantang misalnya, kita semakin mendukung mereka untuk menggunakan barang-barang yang tidak ramah lingkungan" tambah Dian.
Dian sendiri mengaku awalnya tidak terlalu sadar dengan kerusakan yang terjadi di laut Indonesia. Namun setelah bergabung dalam pameran Sejauh Mata Memandang "Laut Kita" dia semakin banyak tahu akan kondisi laut Indonesia saat ini yang sudah sangat memprihatinkan.
Sampah yang dibuang ke laut hanya akan menyakiti hewan laut.
Dia juga mengatakan jika dia tidak merubah pola hidupnya sekarang maka dia sama saja ikut merusak.
Mungkin efeknya tidak sekarang namun nanti, anak dan cucu kita yang akan merasakan dampak dari sampah-sampah yang dibuang ke laut, tambahnya.
Dian tidak mau anak dan cucunya nanti mengkonsumsi makanan yang tidak sehat karena memakan mutasi dari plastik.
Bahkan saat ini ada paus yang mati karena di dalam perutnya terdapat enam kilogram plastik, tuturnya.
Melalui pameran Sejauh Mata Memandang "Laut Kita", Dian mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengganti penggunaan kantong plastik ke kantong kain yang ramah lingkungan lewat aksi "Rampok Plastik" .
Aksi "Rampok Plastik" ini telah Dian lakukan pada 14 April saat Car Free Day. Dian berhasil menukarkan 450 kantong kain dengan 1000 kantong plastik.
Baca juga: Alasan Dian Sastro berbisnis kuliner sehat
Baca juga: Dian Sastrowardoyo suka gaya busana yang simpel
Pewarta : Ganet Dirgantara dan Alya Rahma Widyanti
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Poso Energy: Pers berkontribusi dalam pengembangan energi ramah lingkungan
10 February 2026 9:30 WIB
PT DSI bangun PLTS atap 65,89 MWp di kawasan IMIP, Dorong transisi energi industri
24 January 2026 17:44 WIB
IMIP dan UNIDO resmi kerja sama, dorong kawasan industri hijau berkelanjutan
20 January 2026 17:50 WIB
Vale perkuat sinergi lintas sektor di peringatan Hari Dharma Samudera Morowali
19 January 2026 16:41 WIB
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020