Meteor Tabrak Bulan

Senin, 20 Mei 2013 15:49 WIB

Tanjung Canaveral, Florida (antarasulteng.com) - Satu teleskop otomatis yang memonitor bulan telah menangkap citra sebuah batu berberat 40 kg telah menghantam permukaan bulan dan menciptakan kilatan cahaya, kata para ilmuwan NASA seperti dikutip Reuters.

Ledakan yang terjadi pada 17 Maret lalu itu adalah yang terbesar sejak delapan tahun NASA mengamati tumbukan-tumbukan meteroid ke bulan.  Sejauh ini sudah lebih dari 300 tabrakan ke bulan tercatat NASA.

"Batu itu meledak menjadi sebuah kilatan hampir 10 kali lebih terang dari apapun yang kami lihat sebelumnya," kata Bill Cooke dari Badan Lingkungan Meteorid NASA (MEO) di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall di Huntsville, Alabama.

Sebuah satelit NASA yang mengorbiti bulan kini tengah memburu kawah yang baru saja terbentuk yang ditaksir para ilmuwan berlebar 20 meter.

Kilatan itu begitu terang sampai-sampai orang yang saat itu menyaksikan bulan bisa melihat tumbukan itu tanpa teleskop, kata NASA.

Setelah mengkaji rekaman-rekaman digital yang dibuat oleh salah satu teleskop untuk program itu, para ilmuwan memastikan bahwa batu itu berdiameter 0,3 meter, berkecepatan 90.123 km per jam begitu menabrak bulan dan meledak dengan kekuatan lima ton TNT.

Pada malam yang sama, kamera mendeteksi meteor yang tak biasa banyak sekali yang juga menuju atmosfer Bumi.  Kebanyakan dari meteor ini sirna sebelum mencapai daratan Bumi.

Namun Februari lalu, sebuah asteroid berdiameter 20 meter meledak di Chelyabinsk, Rusia, sehingga merusakkan gedung-gedung dan memecahkan kaca serta membuat 1.500 orang terluka.  Itu adalah objek terbesar yang menghantam Bumi sejak 1908.

Bola api Rusia itu berkekuatan lebih besar dan berenergi 100.000 kali lebih besar dibandingkan tabrakan di Bulan itu, kata Cooke.

Dia yakin tumbukan di bulan dan hujan meteor 17 Maret lalu ke Bumi itu berkaitan.  Batu-batu luar angkasa itu meluncur bersamaan lalu menyebar melewati sebuah kawasan ruang angkasa untuk menjadi batu-batu lebih kecil dan debu.

"Kami terus mencermati tanda-tanda kejadian ini berulang tahun depan manakala sistem Bumi-Bulan melewati kawasan ruang angkasa yang sama," kata Cooke seperti dikutip Reuters.

Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026

Terkait

Peringati bulan K3 Nasional, keselamatan adalah budaya kerja DSLNG bukan sekadar prosedur

13 January 2026 10:24 Wib

Bulan K3 Nasional, IMIP bangun ekosistem kerja melalui tiga pilar

12 January 2026 16:33 Wib

Masjid Raya Pakansari Bogor tuntas dibangun delapan bulan

26 December 2025 6:57 Wib

Pemkab-Sigi jamin gaji kades cair setiap bulan mulai 2026

13 December 2025 18:58 Wib

IAM: Lebih dari 3 ribu pekerja Boeing akan akhiri 3 bulan mogok kerja

14 November 2025 16:25 Wib

BGN sebut kebutuhan beras SPPG capai 2,6 ton tiap bulan

14 November 2025 16:20 Wib

Anggota DPR: Vonis 14 bulan mobil BMW tabrak mahasiswa UGM tak adil

10 November 2025 8:55 Wib

Harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian awal bulan ini kompak melonjak

01 November 2025 8:05 Wib
Terpopuler

AMSI Sulteng perkuat peliputan isu lingkungan lewat pelatihan jurnalis

Humaniora - 08 January 2026 18:20 Wib

Pemprov-BP3KP Sulawesi perkuat koordinasi untuk program perumahan

Seputar Sulteng - 11 January 2026 19:07 Wib

Adames bersiap hadapi Williams untuk pertahankan sabuk juara dunia WBC

Humaniora - 13 January 2026 14:11 Wib

Polda panen jagung di lahan 12,5 hektare dukung ketahanan pangan

Ekonomi Dan Keuangan - 08 January 2026 18:21 Wib

Ditjenpas Sulteng perkuat pengembangan SDM untuk pemasyarakatan PRIMA

Polhukam - 11 January 2026 19:09 Wib