Logo Header Antaranews Sulteng

Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan Di Sulteng

Minggu, 14 Juli 2013 12:43 WIB
Image Print
hari Pangan Pengunjung melihat pameran dalam rangka memperingati "Hari Pangan Sedunia" ke 34 di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11). Pameran yang berlangsung pada 12 - 13 November 2012 dan diikuti oleh sejumlah Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tengah tersebut memamerkan sejumlah hasil tanaman pangan.

Palu, (antarasulteng.com) - Pemerintah menjamin ketersediaan pangan, khususnya beras di Sulawesi Tengah mencukupi kebutuhan masyarakat.


"Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan karena stok kebutuhan pokok itu melebihi dari kebutuhan," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Sulteng, Abdullah Kawulusan di Palu, Sabtu.

Ia mengatakan hasil produksi petani setiap tahun melampaui kebutuhan masyarakat.

"Kita setiap tahun surplus produksi sekitar 200 ribu ton gabah kering giling (GKG)," katanya.

Selain produksi petani lokal, juga beras dari daerah lain seperti Sulsel banyak dijual pedagang di pasar-pasar tradisional, termasuk di Kota Palu.

Beras produksi luar selama ini didatangkan langsung para pedagang.

Akan tetapi, banyak juga beras dari Sulteng yang dijual keluar daerah seperti Manado dan Gorontalo.

Berdasarkan laporan, harga beras di tingkat pengecer di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng hingga kini relatif stabil.

Harga beras di Sulteng, menurut dia, cukup murah dibandingkan daerah lainnya di tanah air.

Untuk beras medium yang selama ini dibeli Bulog Sulteng di pasar-pasar tradisional dijual pedagang berkisar Rp7.500,00 sampai Rp8.000,00 per kilogram.

Sementara harga beras premium (beras kualitas terbaik) di tingkat pengecer bervariasi antara Rp9.000,00 sampai Rp10.000,00 per kilogram. (SKD)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026