
Kapal Inkamina Di Sulteng Hasilkan Rp9 Miliar

Palu, (antarasulteng.com) - Kapal penangkap ikan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lewat proyek `Kapal Inkamina` untuk para nelayan Sulawesi Tengah, hingga Agustus 2013 telah menghasilkan tangkapan sebanyak 1.168 ton atau senilai Rp9 miliar.
"Nilai keuntungan secara total yang dihasilkan ke-12 kapal bertonase 30 GT itu mencapai Rp2 miliar," kata DR. Muhammad Nofal, peneliti kajian kesejahteraan nelayan dari Fakultas Ekonomi Universtas Tadulako Palu, Rabu.
Muhammad Nofal yang dibantu DR. Amiruddin La`apa dan DR Hengki Nainggolan melakukan penelitian khusus mengenai dampak sosial-ekonomi pemberian bantuan Kapal Inkamina kepada 12 kelompok usaha bersama (KUB) nelayan di Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikaan Sulteng.
Menurut Nofal, beberapa dari kapal itu, nilai tangkapannya sudah melebihi nilai investasi kapal tersebut yakni rata-rata Rp1,5 miliar setiap kapal termasuk alat tangkap dan perlengkapan navigasi dan keselamatan pelayaran.
Namun, katanya, hasil tangkapan tersebut masih jauh dari potensinya karena berbagai sebab seperti manajemen pengelolaan yang lemah serta dukungan sarana seperti ruang pendingin, es balok dan bahan bakar minyak yang minim.
"Hasil produksi mereka itu hanya sepertiga dari kapastitas maksimumnya. Kalau kapasitas ini bisa ditingkatkan, maka manfaat kapal Inkamina ini bagi kesejahteraan nelayan akan sangat signifikan," ujar Nofal.
Ia berharap Dinas KP Sulteng memberikan pelatihan khusus kepada para Ketua KUB penerima bantuan kapal itu dalam hal menejemen pengelolaan kapal agar jadwal turun ke laut bisa diatur secara ketat.
"Beberapa kapal tidak maksimal dalam frekwensi turun melaut karena masalah anak buah kapal yang kurang setia dan sulit diatur oleh ketua KUB. Ini jelas mempengaruhi pendapatan KUB," ujarnya.
Selain itu, pengaturan belanja operasional dan pembagian hasil tangkapan untuk semua pihak terlibat dalam pengelolaan kapal ada yang tumpang tindih dan menggunakan ukuran prosentasi, bukan biaya riil, sehingga terjadi biaya tinggi yang menekan penghasilan untuk anggota KUB.
"Langkanya es batu, cold storage dan kurang terjaminnya suplai bahan bakar minyak (bersubsidi), dikeluhkan oleh semua KUB penerima kapal. Ini jelas mengakibatkan operasional kapal tidak maksimum," katanya.
KKP memberikan bantuan 12 Kapal Inkamina yang terdiri atas lima kapal diserahkan pada Januari 2012 dan tujuh kapal diserahkan pada Januari 2013. Kapal-kapal tersebut dioperasikan KUB nelayan di 11 kabupaten/kota di provinsi ini.
Tahun 2013 ini, sedang dibangun 15 kapal lagi yang dijadwalkan akan diserahkan kepada 15 KUB pada puncak perayaan Hari Nusantara tingkat nasional yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palu, 14 Desember 2013.(skd)
Pewarta : Rolex Malaha
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
