Logo Header Antaranews Sulteng

Dinas SDA Tidak Punya Dana Tangani Banjir

Jumat, 31 Januari 2014 10:34 WIB
Image Print
Sejumlah warga melintasi titian darurat akibat putusnya jembatan yang diterjang banjir bandang di Desa Dampal, Sirenja, Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (16/1). Banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 06.00 Wita itu, mengakibatkan jalur Trans Sulawesi poros Pantai Barat yang menghubungkan sejumlah
Kami punya anggaran tidak bisa dikorek lagi. Sehingga kami harus putar otak bagaimana sebagian infrastruktur yang rusak akibat banjir harus tertangani

Palu, (antarasulteng.com) - Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah tidak memiliki dana untuk membiayai sejumlah kerusakan infrastruktur sungai akibat banjir yang menerjang sejumlah titik di daerah itu.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Sulteng, Saliman Simanjuntak di Palu, Kamis, mengatakan, anggaran yang sebelumnya diusulkan pada pembahasan RAPBD 2014 banyak yang dicoret mengakibatkan sejumlah program tidak bisa dilaksanakan.

"Kami punya anggaran tidak bisa dikorek lagi. Sehingga kami harus putar otak bagaimana sebagian infrastruktur yang rusak akibat banjir harus tertangani," katanya.

Dia mengatakan, dinas yang ia pimpin sebelumnya telah mengajukan anggaran mencapai Rp90 miliar, namun banyak item yang tidak setujui saat pembahasan anggaran.

Akibatnya dinas itu tinggal mengelola sekitar Rp70 miliar APBD.

Anggaran tersebut kata dia antara lain terdiri dari dana alokasi khusus untuk rehabilitasi irigasi Rp23 miliar, proyek hibah dari luar negeri Rp12 miliar, gaji pegawai, biaya operasional dan pemeliharaan.

Alokasi tersebut tidak bisa lagi dipindahkan ke pos anggaran lain.

Demikian halnya dengan alat berat di dinas itu juga belum tersedia mengingat dinas tersebut terbentuk baru sekitar satu tahun.

"Kami tidak punya alat berat untuk digerakkan mengatasi sementara sungai rusak," katanya.

Kondisi Sulteng saat ini sejumlah suangai mendesak diperbaiki akibat banjir yang menerjang di sejumlah titik.

Beberapa sungai yang infrastrukturnya rusak bukan kewenangan pemerintah provinsi, akan tetapi jika tidak ada tindakan penanganan sementara dampaknya justru bisa semakin luas.

Dia mencontohkan, sungai Novabomba yang melintasi jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Donggala saat ini sudah mengancam putusnya jembatan di wilayah itu.

"Kalau ini tidak kita atasi sementara, begitu banjir susulan datang, jembatan kita putus. Jalur transportasi kita pasti macet," katanya.

Untuk mengatasi hal itu, Dinas Sumber Daya Air terpaksa meminta rekanan untuk mengerjakan dengan perjanjian dibayar setelah pembahasan APBD berikutnya.

"Pak Gubernur Longki Djanggola sudah perintahkan, lokasi yang tingkat ancamannya tinggi lakukan langkah antisipasi. Ini demi keselamatan orang banyak, makanya kami tidak harus menunggu bantuan dari pemerintah pusat," katanya.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026