Logo Header Antaranews Sulteng

Polisi Poso Sita Senpi Dan Bom Rakitan

Kamis, 6 Februari 2014 16:15 WIB
Image Print
Ilustrasi (antaranews)
Semua korban dan tersangka yang ditangkap saat ini dievakuasi ke Mapolres Poso yang berjarak sekitar 50 kilometer dari lokasi kejadian.

Palu (antarasulteng.com) - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menyita sebuah senjata api dan beberapa bom rakitan bersenjata di lokasi bakutembak di Desa Taunca, Kabupaten Poso, Kamis.

Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto kepada wartawan di Palu, Kamis, menduga kuat senjata api dan bom itu milik kelompok radikal setelah dilakukan penyisiran.

Polisi juga menangkap seorang terduga teroris berinisial F saat penyisiran itu. F mengalami luka tembak di kaki saat terjadi pengejaran.

Dalam aksi bakutembak itu seorang polisi bernama Bhayangkara Dua (Bharada) Putu Satria dan seorang terduga teroris yang belum diketahui identitasnya meninggal dunia diterjang peluru.

Kapolda Ari Dono mengatakan peristiwa itu bermula saat sejumlah anggota Brimob melakukan patroli rutin di Desa Taunca, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, sekitar pukul 10.00 WITA.

Beberapa saat kemudian, rombongan polisi itu diserbu tembakan oleh kelompok teroris dan mengenai Bharada Putu Satria. Saat itu kondisi Putu Satria kritis dan meninggal dunia saat dievakuasi.

Saat itu polisi segera mengejar kelompok teroris yang sembunyi di balik pepohonan dan rumah papan.

Polisi kemudian menembak mati seorang teruga teroris dan menangkap pria berinisial F yang terluka di kaki.

Semua korban dan tersangka yang ditangkap saat ini dievakuasi ke Mapolres Poso yang berjarak sekitar 50 kilometer dari lokasi kejadian.

Polisi saat ini terus mengejar kelompok radikal tersebut di sekitar lokasi bakutembak yang berada di perbatasan Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong.

Pada pertengahan Oktober 2012, dua polisi dibunuh oleh kelompok teroris di Dusun Tamanjeka, Poso. Dan pada Desember 2012, empat anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah tewas diberondong kelompok teroris.

Pelaku penembakan itu diduga kuat di bawah pimpinan Santoso yang saat ini buronan paling dicari di Kabupaten Poso.***



Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026