
Warga Palolo Antre Beli Sembako Murah

"Kegiatan ini benar-benar sangat membantu meringankan beban warga miskin," kata Camat Palolo Yunus, Sabtu.
Palu - Warga sejumlah desa di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memadati lapangan sepak bola Desa Ranteleda untuk antre membeli sembako murah yang dijual PT Jasa Raharja Cabang Sulteng, Sabtu.
Wartawan ANTARA melaporkan, Sabtu malam sejak pukul 07.00 WITA warga dari berbagai desa di Kecamatan Palolo sudah banyak berdatangan, meski kegiatan pasar murah sembako yang dilaksanakan BUMN itu baru akan dibuka pada pukul 09.00WITA.
Bahkan ada beberapa warga yang cacat fisik dan sudah lanjut usia (lansia) terlihat ikut antre untuk membeli sembako murah.
Rata-rata warga yang datang antre membawa kupon yang sebelumnya telah disediakan Jasa Raharja dan diserahkan ke Kantor Kecamatan Palolo untuk dibagikan kepada masyarakat yang benar-benar kurang mampu.
Setiap warga hanya mendapatkan jatah sembako satu paket yang terdiri atas gula pasir (2kg), minyak goreng (2kg) dan beras (5kg).
Untuk mendapatkan sembako murah, warga harus memperlihatkan kupon bersama uang tunai sebesar Rp30.000 kepada petugas dari Jasa Raharja.
Ferdi (45), salah seorang warga Dusun Sibaga mengatakan meski hanya mendapat jatah satu paket sembako, tetapi sangat membantu mereka karena harganya sangat murah dibandingkan di pasaran.
"Pasar murah sembako BUMN Peduli ini sangat membantu kami (masyarakat) yang berpenghasilan rendah," katanya.
Ayah lima anak itu mengatakan meski tempat tinggalnya jauh dari lokasi kegiatan pasar murah di Desa Ranteleda (sekitar 10 km dari Dusun Sibaga), ia tetap berusaha datang, sebab harganya murah sekali.
Ia mencontohakan harga beras sekarang ini di tingkat penggilingan padi di wilayah Kecamatan Palolo untuk beras berkualitas mencapai Rp7.800,00 per kilogram.
Kalau lima kilogram berarti harganya sudah mencapai Rp44.000,00. Sementara harga satu paket sembako dijual di pasar murah hanya Rp30.000,00 saja.
Karena harganya murah, maka ia rela berjalan kaki dari tempat tinggalnya sampai di lokasi pasar murah walau kondisi fisiknya sebenarnya tidak memungkinkan.
Ferdi yang masuk dalam kategori warga sangat miskin itu cacat kaki kanan telah diamputasi dan hanya menggunakan tongkat dari kayu.
Hal senada juga disampaikan Ny Gafura (70) warga Desa Bahagia. Janda miskin itu menyampaikan terima kasih kepada pihak Jasa Rahraja yang telah menggelar pasar murah sembako.
"Pasar murah ini sangat menolong sekali bagi warga yang kurang mampu bisa membeli sembako dengan harga murah," katanya.
Camat Palolo Yunus menyambut positif kegiatan sosial tersebut karena disaat masyarakat sangat membutuhkan sembako mereka bisa mendapatkan dengan harga murah.
"Kegiatan ini benar-benar sangat membantu meringankan beban warga miskin," katanya.
Apalagi, kata Yunus di Kecamatan Palolo banyak warga miskin yang memerlukan perhatian dari pemerintah. Program dari BUMN Peduli sebagai salah satu kepedulian nyata yang harus mendapat apresiasi dari Pemkab Sigi dan masyarakat setempat.
Yunus juga mengatakan pada Senin (2/7) akan ada kegiatan pasar murah di Kecamatan Palolo yang akan digelar oleh Pemkab Sigi.
Tetapi pasar murah tersebut terbuka bagi semua warga.
"Kalau pasar murah sembako yang dilaksanakan PT Jasa Raharja diprioritaskan kepada warga kurang mampu," katanya.
Sementara Kepala PT (Persero) Jasa Raharja Cabang Sulteng Budi Irawan mengatakan kegiatan ini merupakan program dari Kementerian BUMN dalam rangka membantu masyarakat miskin menghadapi puasa.
Semua BUMN, termasuk Jasa Raharja diinstruksikan untuk melaksanakan kegiatan tersebut di daerah-daerah. Kegiatan yang sama juga sebelumnya telah dilaksanakan Jasa Raharja di Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat.
Untuk mendukung program tersebut, Jasa Raharja menyediakan 2.000 paket sembako (gula pasir, beras dan minyak goreng) untuk dijual kepada warga miskin yang tersebar dua lokasi kegiatan pasar murah di Kecamatan Palu Barat dan Palolo masing-masing 1.000 paket.
Budi menjelaskan sebenarnya satu paket sembako harganya Rp100.000,00. Tetapi hanya dijual kepada warga Rp30.000,00 per paket.
Berarti pemerintah memberikan subsidi harga satu paket sembako Rp70.000,00.
Desa Ranteleda yang menjadi pusat kegiatan pasar murah dari PT Jasa Raharja Cabang Sulteng berjarak sekitar 70 kilometer dari Kota Palu.
Desa itu bisa ditempuh dari Palu dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat selama satu setengah jam dengan kondisi jalan beraspal dan juga miliki banyak tikungan sehingga perlu ekstra hati-hati karena rawan kecelakaan. ***3***
(T.BK03)
(T.BK03/B/R007/R007) 30-06-2012 22:34:50
Pewarta :
Editor:
Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026
