Legislator Sulteng Dukung Pemutusan Kontrak PT.PSB

id jalan, aspal

Legislator Sulteng Dukung Pemutusan Kontrak PT.PSB

Salah satu badan jalan provinsi (antarkabupaten) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang kondisinya memprihatinkan.

Site Manager PT Pilar Sarana Bandha, Hendra Sudaryadi meminta kebijakan kepada Kepala Dinas Bina Marga untuk diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.
Kolonodale, Sulteng, 11/9 (antarasulteng.com) - Anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tengah Huisman Brant Toripalu meminta Kepala Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah Syaifullah Djafar untuk memutus kontrak dengan PT. Pilar Sarana Bandha karena proyek pembangunan jalan yang dikerjakannya yakni ruas Tomata-Pape di Kabupaten Morowali Utara, nyaris terbengkalai.

"Saya sepakat dengan gubernur. Kontraknya diputuskan saja, lalu pekerjaan proyek dilanjutkan oleh kontraktor yang profesional dan punya finansial yang cukup," kata Huisman yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulteng itu saat dihubungi di Kota Palu, Kamis.

Anggota Komisi III DPRD Sulteng yang membidangi masalah pembangunan itu mengaku sudah meninjau proyek pembangunan jalan Tomata-Pape di Kabupaten Morowali Utara sepanjang 31 kilometer yang dikerjakan PT. PSB dengan dana APBD senilai Rp47 miliar itu.

Ia mengaku prihatin karena kemajuan fisik proyek jauh dari jadwal yang ditetapkan, sementara masa kontrak tersisa enam bulan lagi.

Sesuai kondisi fisik di lapangan, realisasi pekerjaan per Agustus 2014 baru sekitar 20 persen, sementara seharusnya 80-an persen. Ia juga tidak melihat ada aktivitas yang serius dari kontraktor di lapangan untuk mengejar target penyelesaian pekerjaan.

Huisman meminta Dinas Bina Marga untuk menggalang beberapa kontraktor yang profesional, dan punya dana yang memadai untuk mengambilalih pekerjaan yang disisakan PT.Pilar Sarana Bandha, sekaligus memberi tindakan tegas terhadap PT.PSB sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau melihat rentang waktu yang tersisa dan aktivitas kontraktor di lapangan, pekerjaan ini tidak akan selesai tepat waktu. Kontraktor sudah diberi waktu bekerja sekitar 21 bulan tetapi tidak melaksanakan sesuai rencana, apalagi dengan waktu yang tersisa tinggal enam bulan dan volume fisik yang harus dikejar mencapai 80-an persen," ujarnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Morowali Utara, Poso dan Tojo Unauna ini menegaskan bahwa masyarakat sangat dirugikan akibat keterlambatan ini, apalagi kalau sampai gagal.

"Sebaiknya ini jadi bahan evaluasi Dinas Bina Marga atas `progres` kontraktor sekarang," tukasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengaku telah memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga untuk memutus kontrak PT.PSB, karena tidak melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

Sementara itu, Site Manager PT Pilar Sarana Bandha Hendra Sudaryadi mengaku telah meminta kebijakan kepada Kepala Dinas Bina Marga untuk diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.

"Mulai pekan lalu, kami sudah mengerahkan kemampuan maksimal untuk menyelesaikan pekerjaan itu, dan kami yakin akan selesai tepat waktu dan tepat kualitas," ucapnya.

Kendala utama selama ini adalah kesulitan material (batu pecah) dan jauhnya jarak antara lokasi proyek dan tempat pengambilan material LPA (lapis pondasi atas) serta lokasi "asphalt mixing plant" (AMP).

Jalan darat poros Tomata-Pape ini akan menjadi urat nadi ekonomi di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara karena merupakan penghubung utama kedua daerah ini dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Palu, Ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah Syaifullah Djafar yang hendak ditemui di kantornya, Kamis, tidak berada di tempat. Seorang staf menyebutkan bahwa Kepala Dinas sedang berkunjung ke Poso dan Morowali untuk melihat dari dekat sejumlah proyek, termasuk pembangunan jalan Tomata-Pape tersebut.
(R007/C004)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar