Logo Header Antaranews Sulteng

Harga Gula Naik Tapi Stok Banyak

Minggu, 15 Juli 2012 14:15 WIB
Image Print
Ilustrasi (ANTARA)
Selain harga daritingkat pabrik sudah naik, ongkos angkutnya juga meningkat. Karena itu, distributor terpaksa harus ikut menyesuaikan harga penjualan agar tidak merugi.

Palu - Para distributor di Palu, Sulawesi Tengah, mengakui harga gula pasir kini naik karena harga dari pabrik telah dinaikkan, namun stoknya cukup banyak sehingga konsumen tidak perlu khawatir kekurangan stok.

"Harga gula dari pabrik sudah naik jadi kami terpaksa harus menyesuaikannya saat menjual ke para pengecer agar tidak merugi," kata Pimpinan UD Pelita Indah, salah satu dari tiga distributor gula pasir Wandi Sugianto di Palu, Minggu.

Selain harga daritingkat pabrik sudah naik, ongkos angkutnya juga meningkat. Karena itu, distributor terpaksa harus ikut menyesuaikan harga penjualan agar tidak merugi.

Menyangkut stok, Wandi mengatakan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Permintaan gula pasir dalam beberapa hari ini meningkat tetapi stok yang ada masih mampu memenuhinya.

Hal senada juga disampaikan Jemmy, pimpinan CV Garindo bahwa gula pasir yang beredar di pasaran saat ini selain dari Gorontalo, juga dari Jawa dan Makassar.

Gula produksi pabrik Gorontalo warnanya agak kuning. Sementara gula pasir dari Makassar dan Jawa putih bersih sehingga warga lebih banyak membelinya.

Harga gula pasir asal Gorontalo dijual distributor kepada pedagang Rp605 ribu per karung (isi 50 kg) dan gula pasir asal Makassar dan Jawa Rp611 ribu per karung.

Kepala Dinas Perindagkop Sulteng Muh Hajir Hadde meminta masyarakat untuk tidak khawatir kekurangan kebutuhan itu menghadapi puasa dan Lebaran, sebab stok cukup memadai.

Kenaikan harga di tingkat pabrik dan distributor menyebabkan harga gula pasir di pasar-pasar, toko dan kios ikut naik.

Harga gula pasir di pasaran saat ini sudah berkisar Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per kilogram atau naik dari sebelumnya harnya Rp11 ribu perkilogram.

Ny Titin, seorang pemilik kios di Jln Kancil membenarkan harga gula pasir di pasaran naik karena harga di tingkat distributor naik.

"Semua pengecer terpaksa menyesuaikan harga, sebab jika tidak tentu merugi," katanya. (BK03)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026