Logo Header Antaranews Sulteng

Dinas Pertanian: Sulteng Dapat Dana Rp322 Miliar

Senin, 6 April 2015 08:40 WIB
Image Print
sawah (antara)

Palu, (antarasulteng.com) - Pemerintah Pusat mengalokasikan dana sebesar Rp322 miliar untuk mendukung program swasembada pangan di daerah itu, kata Kepala Dinas Pertanian setempat, Trie Iriany Lamakampali, Minggu.

Ia menjelaskan bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut diperuntukan bagi pengembangan tiga komoditas pangan.

Ketiga komoditas pangan dimaksud adalah padi, jagung dan kedelai atau disingkat pajala.

Trie tidak merinci, kecuali mengatakan dana yang mencapai miliaran antara lain diperuntukan penyediaan benih unggul, pupuk, perbaikan irigasi usaha tani dan optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.

Dalam rangka membantu dan memudahkan petani agar tepat waktu mendapatkan benih yang akan ditanam pada setiap musim tanam (MT), Dinas Pertanian Sulteng telah memprogramkan sebanyak 30 desa mandiri benih di daerah itu.

"Kita akan memilih 30 desa di Sulteng yang nantinya menjadi desa penyedia benih," katanya.

Dengan demikian, katanya, petani yang ada di desa itu dan desa sekitarnya tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan benih pada waktu MT tiba.

Selama ini, petani selalu mengalami kesulitan mendapatkan benih unggul pada saat MT.

Dia juga mengatakan selama ini, Sulteng masih mendatangkan benih unggul dari luar daerah.

Menurut dia, jika program 30 desa mandiri benih di Sulteng sudah terealisasi, maka tidak perlu lagi mendatangkan benih dari luar.

"Itu memang program nasional. Secara nasional pemerintah memprogramkan ada 1.000 desa di Tanah Air menjadi desa mandiri benih," kata Trie.

Begitu pula irigasi usaha tani akan dioptimalkan guna mendukung program swasembada pangan yang ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun ini (2015-2017).

Dengan kerja keras antara pemerintah daerah, TNI dan petani,niscaya Sulteng mampu mencapai swasembadah pangan pada 2017.

Khususnya beras, Sulteng sejak 1984 telah mencapai swasembadah. "Tapi jagung dan kedelai belum. Namun kita optimistis bisa swasembadah," katanya. (skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026