Logo Header Antaranews Sulteng

Waspada Bencana Di Sulawesi Tengah

Minggu, 21 Juni 2015 06:13 WIB
Image Print
BMKG memantau cuaca (ANTARA)
Kami sudah instruksikan BPBD di semua kabupaten dan kota di Sulteng terus siaga dan jika terjadi bencana langsung bergerak ke lokasi

Palu, (antarasulteng.com) - Hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah dalam beberapa pekan terakhir ini dilanda hujan ringan sampai lebat.

Akibatnya, terjadi bencana di sejumlah titik seperti banjir dan tanah longsor yang menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit.

Salah satunya adalah banjir dan longsor di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara. Sejumlah rumah penduduk, fasilitas umum, jalan raya dan jembatan rusak diterjang air bah.

Begitu pula ratusan hektare sawah dan kebun kakao milik petani mengalami gagal panen.

"Alhamdulillah, berbagai peristiwa alam tersebut tidak sampai menelan korban jiwa," ujar seorang pejabat Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) Sulteng.

Curah hujan yang meningkat menjelang ramadhan menyebabkan jalur jalan nasional Taweli-Toboli sempat terputus sehingga tidak bisa dilewati kendaraan dari arah Palu menuju Toboli dan sebalknya.

Badan jalan nasional yang lebih dikenal dengan jagian jalur "Kebun Kopi" itu amblas pada Jumat (12) pekan lalu, sekitar 12 kilometer dari Toboli ke arah Palu.

Bahkan hingga kini, jalur penghubung Trans Sulawesi ke Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng belum normal dilewati kendaraan karena badan jalan yang longsor sedang dalam perbaikan.

Selain badan jalan yang ambruk, juga terlihat beberapa titik longsor di sepanjang ruas jalan nasional yang menjadi urat nadi perekonomi di Sulteng tersebut.

Jalur Kebun Kopi selama ini sangat ramai dilewati kendaraan sepeda motor dan angkutan umum.

Ruas jalan Toboli-Taweli sekitar 49 km dengan kondisi medan jalan berkelok-kelok dan licin saat hujan sehingga rawan kecelakaan dan bencana alam tanah longsor.

Selain poros Kebun Kopi, juga ruas jalan Palu-Kulawi juga rawan kecelakaan dan tanah longsor.

Pada sepanjang ruas jalan provinsi tersebut terdapat beberapa titik longsor yang perlu mendapat perhatian pemerintah dan juga para pengendara yang melintas di jalur itu.

Di sisi kanan dan kiri jalan terdapat tebing dan jurang yang cukup dalam. Pada saat hujan, jalannya licin dan sering tertutup meterial tanah dan pepohonan tumbang.

Baik poros Taweli-Toboli dan Palu-Kulawi, struktur tanahnya labil sehingga bila hujan mudah longsor.


Peringatan BMKG


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga bahwa cuaca ekstrim masih akan melanda wilayah Sulawesi Tengah hingga beberapa hari ke depan.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan mengguyur sejumlah wilayah Sulteng sehingga perlu diwaspadai semua pihak, kata Ifan, seorang prakirawan Stasium Meteorologi Bandara Mutiara Sis Ajufri Palu.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai bencana alam karena curah hujan cukup tinggi di beberapa wilayah di Sulteng.

Banjir dan tanah longsor sangat memungkinkan terjadi pada sejumlah daerah yang selama ini termasuk dalam kategori daerah rawan bencana.

Masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai perlu lebih berhati-hati karena sewaktu-waktu bisa terancam ketika terjadi banjir.

Begitu pula para pengendara yang melintas di sejumlah ruas jalan, terutama di jalur Kebun Kopi dan poros Palu-Kulawi untuk lebih esktra hati-hati karena rawan longsor dan jalannya sangat licin saat hujan.

Cuaca ekstrim yang melanda sejumlah wilayah di Sulteng, termasuk Palu dan sekitarnya, menurut Ifan, dikarenakan pergerakan tekanan udara rendah.

Ia menjelaskan salah satu indikasi dari pergerakan tekanan rendah yaitu terjadi peningkatan curah hujan.

Dia juga mengatakan bahwa sejumlah wilayah di Sulteng seperti Buol, Tolitoli, Morowali, Morowali Utara, Tojo Una-Una, Donggala, Sigi, Poso dan Banggai harus lebih waspada karena beberapa hari ke depan berpotensi besar diguyur hujan ringan hingga lebat.

Sementara hampir seluruh wilayah Sulteng memiliki banyak sungai kecil hingga besar sehingga rawan banjir.


BPBD siaga


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah meningkatkan kesiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam menghadapi musim hujan yang mulai melanda daerah itu.

"Kami sudah instruksikan BPBD di semua kabupaten dan kota di Sulteng terus siaga dan jika terjadi bencana langsung bergerak ke lokasi," kata Kepala BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala.

Ia mengatakan seluruh wilayah di Sulteng rawan bencana alam tanah longsor dan banjir, termasuk gempa bumi, sehingga setiap BPBD di kabupaten dan kota terus dilengkapi dengan sarana dan fasilitas pendukung penanganan bencana.

Sarana dan fasilitas dimaksud antara lain kendaraan dapur umum dan air bersih serta peralatan komunikasi, termasuk juga kendaraan operasi pencarian dan penyelamatan korban dan mobil ambulance.

Mengenai logistik, Bartholomeus menjamin mencukupi kebutuhan. "Kita punya logistik memadai, termasuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan di gudang setiap BPBD kabupaten dan kota," katanya.

Beberapa waktu lalu terjadi banjir di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, yang merusak puluhan rumah warga dan jalan nasional Palu-Parigi mengalami longsor, namun semuanya tidak ada korban jiwa.

Meski demikian, kita tidak boleh lengah. Menghadapi fenomena alam yang terjadi di bulan ramadhan perlu kesiagaan semua pihak karena bencana alam bisa tiba-tiba saja terjadi.

Yang paling penting sekarang ini dalam bepergian dengan kendaraan melintas di jalur-jalur rawan hendaknya lebih berhati-hati.

Demikian halnya penduduk yang selama ini bermukim di dataran rendah, bukit-bukit dan pinggiran daerah aliran sungai (DAS) juga tetap waspada.

Mari kita berkaca dari berbagai musibah longsor dan banjir yang terjadi di beberapa daerah di Tanah Air agar kita bisa terhindar dari musibah memiluhkan. (skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026