
Uang Palsu Beredar Di Tolitoli

Palu, (antarasulteng.com) - Seorang warga Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, melaporkan ke polisi bahwa dia menerima uang pecahan Rp50 ribu palsu dari seorang yang berbelanja di kiosnya pada Minggu (7/7).
Informasi yang dihimpun di Polda Sulawesi Tengah, Rabu, menyebutkan pelapor yang bernama Sudarman Buana merasa janggal dengan uang pecahan Rp50 ribu yang baru diterimanya karena bentuknya agak lain dari uang biasa.
Sudarman yang tinggal di Desa Kamalu, Kecamata Ogodelde itu kemudian melaporkan hal itu ke kantor kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti.
Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto mengimbau kepada warga untuk lebih hati-hati saat menerima uang pecahan besar seperti Rp100 ribu dan Rp50 ribu agar tidak tertipu.
Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Purjoko meminta masyarakat lebih waspada terhadap uang palsu selama bulan Ramadhan karena diperkirakan peredarannya meningkat saat itu.
Purjoko mengatakan peredaran uang palsu pada umumnya terjadi di pasar-pasar tradisional terutama yang berada di daerah pelosok.
Dia memperkirakan banyak masyarakat desa yang belum memahami perbedaan antara uang rupiah asli dan palsu sehingga banyak peluang tertipu.
Oleh karena itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah secara rutin melakukan sosialisasi keaslian uang rupiah kepada berbagai lapisan masyarakat termasuk sosialisasi cara memperlakukan uang dengan baik.
Pada awal 2015, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi serta di lokasi kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa di desa-desa.
Untuk mengetahui uang asli dapat dilakukan dengan cara "3D" yakni "dilihat, diraba, dan diterawang". (skd)
Pewarta : Riski Maruto
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
