Logo Header Antaranews Sulteng

Gernas Belum Berpengaruh Pada Perbaikan Kakao

Sabtu, 28 Juli 2012 10:35 WIB
Image Print
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
"Jadi belum kelihatan dampak positif terhadap perbaikan mutu biji kakao. Yang ada baru sebatas perbaikan pohon, dalam hal ini bibit unggul," kata Ahwan Ahmad.

Palu - Gabungan Petani Kakao Seluruh Indonesia (Gapkasi) Ahwan Ahmad mengatakan, gerakan nasional (Gernas) perbaikan mutu kakao yang telah dicanangkan sejak beberapa tahun terakhir belum memberi pengaruh terhadap perbaikan biji kakao.

"Jadi belum kelihatan dampak positif terhadap perbaikan mutu biji kakao. Yang ada baru sebatas perbaikan pohon, dalam hal ini bibit unggul," kata Ahwan Ahmad di Palu, Jumat.

Dia mengatakan gernas kakao yang dilaksanakan hanya pada peningkatan jumlah pohon tapi bukan untuk meningakatkan kualitas buah, misalnya dari biji asalan menjadi biji fermentasi yang dibutuhkan seluruh dunia.

"Mestinya ini diikuti dengan kebijakan pengawalan program. Program ini harus dikawal, misalnya, dengan peningkatan tenaga penyuluh lapangan. Jangan hanya dilepas begitu saja di tingkat petani. Harus ada pengawalan," kata Ahwan.

Dia mengatakan, pengaruh gernas kakao secara langsung memang sudah dirasakan seperti petani tidak perlu lagi membeli bibit dan obat-obatan. Tetapi kata Ahwan, karena kurangnya pengawasan bantuan seperti pestisida dan pupuk bukan digunakan untuk kakao tapi digunakan di tempat lain.

"Ada gejala itu. Barang yang diberikan dijual. Pupuk itu paling gampang dijual," kata Ahwan.

Dia mengatakan penanganan kakao harus seimbang antara perbaikan pohon dan biji. Selama ini kata Ahwan, ada kecenderungan kualitas biji tetap seperti sebelumnya yakni biji asalan.

Ahwan mengatakan Gapkasi bukan berarti tidak setuju dengan program gernas kakao,justru mendukung namun perlu pengawalan di lapangan.

"Kalau tidak sama saja dengan yang lalu. Kita merindukan seperti Ghana yang punya komitmen untuk menjaga kualitas kakaonnya. Ghana bahkan mengurus sampai tata niaganya," kata Ahwan.

Dia mengatakan, jika kualitas biji kakao di Indonesia baik, maka industri dalam negeri tidak perlu mengimpor biji kakao.

"Mimpi kita kan mau agar Indonesia ini menjadi serbuan pasar dunia," kata Ahwan. (A055)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026