Logo Header Antaranews Sulteng

Petani Sigi Mulai Menanam Padi

Selasa, 6 Oktober 2015 10:37 WIB
Image Print
ejumlah buruh tani menanam padi menandai masuknya musim tanam kedua tahun ini di Desa Wera, Kec. Dolo Barat, Kab Sigi, Sulteng, Minggu (6/5). (FOTO ANTARA/Basri Marzuki)
Kami tetap menanam, meski kemarau panjang telah mengakibatkan debit air irigasi menurun drastis

Palu, (antarasulteng.com) - Para petani di sejumlah desa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tetap menanam padi di musim tanam ini meski kemarau masih melanda seluruh wilayah.

Pantaun Antara di beberapa desa di Sigi, Selasa, sebagian besar petani di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki, mulai kembali mengolah sawah mereka untuk ditanami padi.

"Kami tetap menanam, meski kemarau panjang telah mengakibatkan debit air irigasi menurun drastis," kata Jenfri, salah seorang petani di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo.

Ia mengaku bahwa pada musim tanam (MT) sebelumnya banyak petani di desa itu mengalami gagal panen karena pengaruh kemarau panjang.

Menurut dia, hanya sebagian kecil petani yang tetap panen, tetapi hasilnyapun tidak mengembirakan dibanding sebelumnya.

Petani di desa itu selama ini masih sangat bergantung pada hasil pertanian, terutama padi dan jagung.

Hal senada juga disampaikan Ningsi, seorang petani di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki bahwa umumnya petani mulai lagi mengolah sawahnya meski musim hujan belum diketahui kapan tiba.

Sekarang, kata dia, petani mulai menanam padi dan berharap kemarau panjang yang melanda seluruh wilayah Sulteng, termasuk di Kecamatan Nokilalaki secepatnya berakhir.

Bukan hanya lahan persawahan yang butuh air, tetapi lahan kebun juga. Akibat dari kemarau berkepanjangan, banyak tanaman seperti kedelai, jagung dan tanaman perkebunan antara lain kakao, kopi dan cengkih mati karena kekeringan.

Ia juga mengakui bahwa pada panen lalu, rata-rata petani di wilayah itu, produksi padi menurun drastis, bahkan ada juga petani yang gagal panen.

Dua kecamatan yaitu Palolo dan Nokilalaki selama ini merupakan penghasil beras terbesar di Kabupaten Sigi.

Kebanyakan hasil produksi petani selain dipasarkan di daerah itu, juga dijual ke pasar-pasar tradisional dan moderen di Kota Palu.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026