
Harga Beras Di Palu Melonjak Tajam

Palu, (antarasulteng.com) - Harga beras di pasaran Kota Palu, Sulawesi Tengah, melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir karena musim panen yang belum tiba dan beras untuk keluarga sejahtera (rastra) belum disalurkan.
Di Pasar Masomba Palu, Kamis, harga beras medium dijual pengecer rata-rata Rp9.000/kg dari sebelumnya Rp8.000/kg.
Begitu halnya dengan beras kualitas terbaik seperti buri-buri, kepala, superwin, harganya sudah mencapai Rp11.000/kg dari biasanya Rp10.000/kg.
Menurut para pedagang di kawasan itu, kenaikan harga terjadi karena panen belum berlangsung dan harga beras di tingkat penggilingan padi naik.
Pedagang, kata Ny Murni (52), menjual beras mengikuti perkembangan harga di tingkat produsen. Seperti sekarang ini harga beras di tingkat produsen naik, maka harga di tingkat pengecer otomatis naik, begitu sebaliknya.
Hal senda juga disampaikan Sulemen, harga bahan pokok strategis tersebut sudah naik sejak pekan lalu. Kenaikan disebabkan belum adanya panen. Panen raya di Sulteng baru akan berlangsung sekitar Maret sampai Mei 2016.
Meski harga naik, tetapi stok beras di pasar masih memadai.
Pedagang masih menguasai stok beras dalam jumlah besar, sebab beras yang dijual selain hasil produksi petani lokal, juga didatangkan dari Sulsel dan Sulbar sebagai sentra beras terbesar di Sulawesi.
"Jadi biar belum ada panen, beras dari dua daerah tetangga itu tetap mengalir ke pasar-pasar di Kota Palu, yang didatangkan para pedagang," kata dia.
Selain beras, harga tomat juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Harga tomat di pasaran Kota Palu saat ini mencapai Rp12.000/kg atau naik dari sebelumnya pada posisi Desember 2015 masih berkisar Rp8.000/kg.
Khusus gula pasir tetap bertahan Rp12.000/kg dan daging sapi Rp95.000/kg.
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
