
Pemred The Jakarta Post Jadi Dirut Perum LKBN Antara

Fajar HS: ini bagian dari kebijakan pemerintahan mewujudkan National Publishing and News Corporation (NPNC) yang melibatkan empat BUMN, termasuk LKBN Antara.
Jakarta (antarasulteng.com) - Pemimpin Redaksi koran harian berbahasa Inggris The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat, mulai Jumat (22/1), diangkat menjadi Direktur Utama Perum LKBN Antara berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Rini M Soemarno Nomor: SK-13/MBU/01/2016 tertanggal 22 Januari 2016 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perum LKBN Antara.
Dalam SK tersebut, Meneg BUMN memberhentikan tiga Direksi Perum LKBN Antara masing-masing Syaiful Hadi sebagai Direktur Utama, Naufal Mahfudz sebagai Direktur SDM dan Teknologi serta Endah Sri Wahyuni sebagai Direktur Keuangan, kemudian mengangkat Meydiatama Suryodiningrat sebagai Dirut baru dan Aat Sura Safaat sebagai direktur.
"Jadi nantinya Perum LKBN Antara hanya akan memiliki tiga direksi, masing-masing seorang direktur utama dan dua direktur," kata Iswahyuni, Sekretaris Perusahaan Perum LKBN Antara.
Selama ini, LKBN Antara memiliki lima direksi yakni Dirut Syaiful Hadi, Direktur Pemberitaan Akhmad Kusaeni (sudah diberhentikan lebih dahulu), Direktur SDM dan Teknologi Naufal Mahfudz, Direktur Komersial Hempi N. Prajudi dan Direktur Keuangan Endah Sri Wahyuni.
Soal pembagian tugas dua direktur baru yakni Aat Surya Safaat dan Hempi Prajudi, Iswahyuni mengemukakan bahwa wewenang untuk mengatur hal itu didelegasikan oleh Menteri BUMN kepada Dewan Pengawas Perum LKBN Antara.
"Nanti, hari Senin (25/1), dijadwalkan ada sertijab internal di LKBN Antara dilanjutkan rapat koordinasi bersama direksi dan Dewan Pengawas. Kemungkinan setelah itu sudah sudah ada penetapan pak Aat Surya Safaat jadi direktur apa dan pak Hempi Prajudi jadi direktur apa," ujar Iswahyuni yang didampingi Manager Humas Perum LKBN Antara Primayanti.
Acara penyerahan SK Direksi Perum LKBN Antara di Kantor Menteri BUMN itu berlangsung singkat hanya sekitar satu jam, dipimpin Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno.
Dirut Perum LKBN Antara Meydiatama Suryodiningrat dalam sambutannya mengemukakan bahwa meskipun sudah 20 tahun bergelut di bidang media massa, namun ia perlu banyak belajar lagi dalam memimpin Kantor Berita Antara, karena itu ia sangat mengharapkan dukungan Kementerian BUMN, Dewan Pengawas dan seluruh jajaran LKBN Antara.
Sementara mantan Dirut Saiful Hadi mengucapkan terima kasih kepada Menteri BUMN dan jajarannya yang telah membantu sehingga Antara yang sebelumnya berstatus lembaga negara bisa berkembang menjadi sebuah korporasi saat ini.
Sedangkan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa serah terima jabatan Direksi Perum LKBN Antara ini merupakan salah satu langkah penetaan Antara ke depan yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintahan saat ini untuk mewujudkan National Publishing and News Corporation (NPNC) yang melibatkan empat BUMN, termasuk LKBN Antara.
Usai serah terima jabatan di Gedung Kemengerian BUMN, Dirut Perum LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat langsung datang ke Kantor Pusat Perum LKBN Antara di Wisma Antara Lantai 19 dan bersilaturahmi dengan direksi, anggota dewan pengawas serta shalat Jumat bersama.
Profile Direksi baru
Meidyatama Suryodiningrat atau yang akrab dipanggil dengan Dimas sebelumnya sejak 1 Agustus 2010 menjabat Pemimpin Redaksi "The Jakarta Post" dan Dewan Direktur majalah mingguan "Speak" serta tabloid "JPlus".
Aat merupakan wartawan karir LKBN Antara sejak 1988, terakhir menjabat Direktur PT ANPA International, pengelola gedung Wisma Antara sejak 2013.
Dimas juga merupakan wartawan karir di "The Jakarta Post" sejak 1993, lahir di Jakarta 12 Desember 1967. Ia merupakan lulusan dari Jurusan Ilmu Politik dan Sejarah Universitas Carleton di Ottawa, Kanada (Canada's Carleton University) dan menyelesaikan program beasiswa pendidikan lanjutannya di Universitas Harvard dan menjadi periset di Weatherhead Center for International Affair di Universitas Harvard.
Dalam profil yang diperoleh dari Sekretariat Redaksi The Jakarta Post disebutkan bahwa Dimas banyak menulis pemberitaan, kolom, esai, dan tajuk rencana dengan berbagai isu yang terkait dengan bidang sosial politik dan kebijakan luar negeri.
Ia juga pernah menjadi analis selama dua tahun pada sebuah lembaga kajian strategis di Jakarta yang terkait dengan pemerintahan dan kemasyarakatan.
Dimas juga menjadi penulis jurnal dan buku, antara lain "ASEAN at the Crossroads of Regionalism", in Emerging China - Prospects for Partnership in Asia (2012), "ASEAN Regional Forum 2011: China and the United States" yang diterbitkan pada Buletin Asia Pasifik Nomor 127 tanggal 4 Agustus 2011. Lalu menjadi penulis "The Voice of Reason (Kompas-Gramedia Group, 2008).
Karyawan Teladan
Aat yang lahir di Pandeglang, Banten 20 Desember 1963 merupakan karyawan teladan LKBN Antara tahun 2000. Ia alumni dari Jurusan Hubungan Internasional Fisip Unair (1986) lalu meraih lulus dari program pascasarjana untuk Manajemen Pemasaran dari PPM Graduate School of Management, serta menyelesaikan pendidikan singkat New School for Social Research di New York, AS pada Juni 1996, dan Capilano College di Vancouver, Kanada pada Mei 1991.
Suami dari Yuli Rozanah dan ayah dari seorang putera bernama Azmi Armiawan ini juga memiliki berbagai pengalaman jurnalistik, pengajar, pembicara pada berbagai forum seminar, dan pengurus di berbagai organisasi kemasyarakatan.
Mengawali karir sebagai pewarta bidang ekonomi pertanian lalu bertugas liputan di Istana Kepresidenan pada 1991-1993. Ia kemudian menjadi Kepala LKBN Antara Biro New York berkedudukan di Markas Besar PBB di New York, AS pada 1993-1998.
Kembali ke Jakarta untuk bertugas sebagai Manajer Unit Bisnis Antara-Reuters pada 1992-2002, CEO Indonesian Market Quotes (IMQ) unit bisnis LKBN Antara pada 2002-2004 (sekarang IMQ anak perusahaan Perum LKBN Antara).
Pada 2004-2007, Aat bertugas sebagai Kepala LKBN Antara Biro Jawa Barat, pada 2007-2009 menjadi Direktur Utama Dana Pensiun LKBN Antara, pada 2009-2011 menjadi Koordinator Staf Ahli LKBN Antara, pada 2011-2012 menjadi General Manager Divisi Pengembangan Bisnis, dan sejak Januari 2013 menjabat Direktur PT ANPA International.
Pria yang memiliki motto hidup "Percaya pada keberuntungan, tapi lebih percaya pada kerja keras dan kerja cerdas" ini juga aktif di kepengurusan organisasi kemasyarakatan Mathla'ul Anwar sejak Juni 2014, Anggota Komisi Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sejak September 2015, dan Penasihat Forum Akademisi Indonesia (FAI) sejak Juni 2015.
Aat pernah menjadi penyunting buku "Tokoh-tokoh Inspiratif Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar" (2015) dan Ketua Tim Penulis Buku "Rekaman Ulang Tahun Emas Konferensi Asia-Afrika" (2005).
Ia juga pernah menjadi konsultan komunikasi PT Biofarma dan PT Dirgantara Indonesia pada 2010-2012, pengajar Komunikasi Bisnis di Universitas Bakrie Jakarta pada 20082012 dan pengajar pada program pascasarjana Universitas Sahid Jakarta pada 2006-2011, pengajar pada Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung pada 20062007, dan pembicara pada seminar nasional dan internasional tentang isu-isu media dan politik di berbagai universitas seperti Unpad, Unisba, Universitas Langlangbuana (UNLA), Unikom di Bandung, ITS dan Unair Surabaya, dan Universitas Matla'ul Alwar (UNMA) serta Univeritas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Banten. (R007)
Pewarta : Rolex Malaha
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
