
MUI Palu Lakukan Sertifikasi Da`i

MUI berkeinginan mendorong kader dan para da`i yang siap memberikan pencerahan di tengah tengah masyarakat, seiring kompleksnya dinamika kehidupan
Palu, (antarasulteng.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), bakal melakukan pembinaan kepada para da`i atau mubaligh di daerah tersebut, guna mewujudkan da`i berkualitas dan berkompoten dengan cara melakukan sertifikasi.
"MUI berkeinginan mendorong kader dan para da`i yang siap memberikan pencerahan di tengah tengah masyarakat, seiring kompleksnya dinamika kehidupan," kata Prof. Zainal Abidin, di Palu, Minggu.
Pakar Pemikiran Islam Modern itu mengatakan, MUI setempat dalam waktu dekat akan mendata dan mengundang semua da`i untuk dibekali dengan strategi penyampaian dakwah yang sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh ummat saat ini.
Kata dia, MUI lewat program tersebut, kemungkinan tidak akan memberikan sertifikat kepada da`i yang dipandang kurang berkompoten, dan tidak menguasai persoalan yang dihadapi umat, serta tidak dapat memberikan solusi terkait masalah yang dihadapi.
"Kemungkinan akan ada da`i yang layak diberikan serifikat, dan da`i yang tidak layak untuk diberikan sertifkat," sebutnya.
Dirinya mengutarakan bahwa saat ini banyak problem dan dinamika yang dihadapi oleh umat seiring dengan perkembangan zaman, yang dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut.
Mulai dari persoalan ekonomi, pendidikan, budaya dan adat istiadat, hingga masalah rumah tangga, semuanya memiliki keterkaitan dengan aqidah.
Karena itu, kata dia, umat membutuhkan pencerahan dan solusi serta jalan keluar, yang diberikan oleh para da`i lewat dakwah - dakwah keagamaan yang disampaikan di berbagai momen dan kesempatan.
"Umat sedang dilanda berbagai masalah, yang secara bersamaan juga membutuhkan solusi atau jalan keluar lewat pendekatan agama. Olehnya para da`i harus mampu memberikan solusi kepada ummat atas persoalan yang terjadi," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, program tersebut juga bertujuan untuk mencegah adanya penyampaian paham yang tidak sesuai dengan sosial budaya, serta bertentangan dengan UUD 1945, yang disampaikan oleh pihak - pihak tertentu.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
