Indonesia Open 2022: Ganda putra Ahsan/Hendra gagal pada babak pertama

id Indonesia open,ahsan/hendra,bulu tangkis

Indonesia Open 2022: Ganda putra Ahsan/Hendra gagal pada babak pertama

Foto arsip - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan (kiri) mengembalikan kok ke arah lawannya ganda putra Denmark Jeppe Bay/Lasse Molhede pada babak kualifikasi Daihatsu Indonesia Masters 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Hendra/Ahsan melaju ke babak selanjutnya setelah menang dengan skor 21-12 dan 21-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pemain ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan gagal pada babak pertama Indonesia Open 2022 setelah takluk di tangan pasangan China Ou Xuan Yi/Liu Yu Chen di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu.

Unggulan ketiga dari Indonesia yang baru pertama kali bertemu dengan Ou/Liu itu itu kalah dengan skor 21-17, 22-24 bertarung selama 43 menit.

Pasangan Ahsan/Hendra banyak kehilangan poin pada gim pertama karena beberapa pengembalian bola tersangkut ke net. Mereka memperkecil jarak pada kedudukan 8-11 saat interval.

Selepas interval, pasangan yang akrab disapa The Daddies itu kembali banyak membuang poin karena pengembalian bola yang selalu keluar dari bidang permainan lawan sehingga harus merelakan gim pertama direbut Ou/Liu.

Memasuki gim kedua dan bertukar sisi lapangan, kedua pasangan saling menyerang dan berbalas angka. Setelah menyudahi interval dalam keadaan tertinggal 10-11, Ahsan/Hendra berbalik unggul pada kedudukan 17-13 setelah memainkan reli.

Ou/Liu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 18-18 sebelum Ahsan/Hendra mengamankan gim poin lebih dulu. Sayangnya setelah merebut empat gim poin, Ahsan/Hendra gagal melangkah ke babak berikutnya setelah kalah 22-24.


Sebelumnya pada awal rangkaian babak pertama Indonesia Open 2022, Tim Indonesia sudah didahului dengan kegagalan tunggal putri tuan rumah Gregoria Mariska Tunjung.

Gregoria mengaku kurang percaya diri dalam menerapkan pola mainnya saat menghadapi wakil Thailand Chaiwan Phittayaporn pada babak pertama Indonesia Open 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu.

Gregoria harus kehilangan gim pertama meski sebetulnya dia unggul cukup jauh sebelum memasuki masa interval. Sementara pada gim ketiga, pebulu tangkis peringkat ke-30 itu tak bisa berkutik karena selalu tertinggal sejak awal gim.

Pebulu tangkis berusia 22 tahun itu mengatakan seharusnya dia bisa mempertahankan pola permainan seperti awal gim pertama. Namun dia menjadi tidak percaya diri terutama setelah lawan berbalik unggul.

"Di gim pertama saya unggul jauh, saya seharusnya lebih bisa percaya diri untuk menerapkan pola saya, tapi saya malah menjadi terbawa pola lawan padahal di Indonesia Masters saya bisa lebih konsisten menerapkan pola itu di gim satu dan dua," ungkap Gregoria kepada wartawan setelah pertandingan.

Gregoria juga mengaku kesulitan mengatur emosi bahkan merasa panik terutama ketika dalam kondisi tertinggal jauh dari lawan.

"Saya pengin menganggap turnamen seperti latihan, saya ingin lebih meminimalisir panik dan tegang seperti tadi karena gim awal sudah unggul, tapi saat hampir terkejar itu saya langsung panik," ucapnya.

Gregoria juga sangat kecewa dengan hasil yang didapat hari ini karena dia menargetkan melangkah lebih jauh dalam turnamen level Super 1000 ini.

"Kecewa sekali karena saya selain ingin melangkah lebih jauh, saya juga ingin memperbaiki posisi ranking saya," pungkasnya.
 

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022