Kejurda Panjat Tebing Provinsi Dibuka di Parimo

id Parimo, Panjat

Kadis Pora dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Mautong, Hamka Lagala menyerahkan kaos Kejuaraan Daerah Panjat Tebing se - Sulawesi Tengah kepada salah seoranga atlet, di Sirkuit Wall Climbing di Alun-Alun Kantor Bupati Parigi Moutong, Jumat (27/05). (humas)

“Kedepannya dengan olahraga panjat tebing ini untuk menjaring bibit-bibit unggul yang berprestasi dapat membawa nama harum daerah ini di kancah nasional maupun internasional,”
Parigi Moutong (antarasulteng.com) - Bupati Parigi Moutong diwakili Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Mautong Hamka Lagala membuka Kejuaraan Daerah Panjat Tebing se-Sulawesi Tengah, di Sirkuit Wall Climbing di Alun-Alun Kantor Bupati Parigi Moutong, Jumat (27/05/2016).

Hamka mengatakan pemerintah menyambut positif atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya pengembangan minat, bakat dan talenta para anak muda di bidang olahraga panjat tebing.

“Kedepannya dengan olahraga panjat tebing ini untuk menjaring bibit-bibit unggul yang berprestasi dapat membawa nama harum daerah ini di kancah nasional maupun internasional,” harapnya.

Dia menambahkan, untuk mewujudkan semua dibutuhkan upaya, kerja keras serta kerjasama semua pihak tidak terkecuali pihak swasta, organisasi kepemudaan maupun lembaga swadaya masyarakat.

Hamka mengatakan dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 kita akan menyiapkan sarana cabang olahraga ini secara respresntatif dan memenuhi syarat kemudian kami akan bekerja sama dengan pemuda karena kita akan bersama-sama memajukan cabang-cabang olahraga yang akan di perlombakan di Porprov nantinya.

Sementara itu Ketua Umum FPTI Kabupaten Parigi Moutong Aidar Lapato, mengatakan wall climbing yang ada sekarang belum memenuhi standar nasional  maka dari itu kami berharap KONI Parigi Moutong agar mengusulkan tambahan dinding lagi serta menambah dua dinding lagi untuk menyongsong Porprov 2018 nanti.

Aidar juga mengatakan kejuaran ini tidaklah semata mata memperebutkan juara tetapi yang lebih penting kita menekankan bagaimana tehknik memanjat sehingga dapat berbicara pada kegiatan nasional nantinya.

“Jadi juara itu bukanlah menjadi tujuan utama namun yang terpenting adalah tehnik memanjat dengan demikian dari hari kehari kualitas dan tehnik memanjat atlet Sulawesi tengah itu akan lebih meningkat," katanya.

Kejurda Panjat Tebing 2016 yang berlangsung selama dua hari ini diikuti 95 atlet berasal dari beberapa pengurus FPTI kabupaten dan kota, club-club Panjat Tebing serta Mapala, Sispala maupun KPA yang berada di Sulawesi Tengah, selanjutnya yang tidak mengikuti Kejurda Panjat Tebing ini ialah Kabupaten Banggai Laut, Bangggai Kepulauan, Morowali, Morowali Utara dan Buol.

Kejuaraan ini dibagi tiga kategori yaitu Umum Putri diikuti 16 atlet, under Putra diikuti 29 atlet dan umum putra diikuti 50 atlet.***/R007

Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar