Logo Header Antaranews Sulteng

DPRD Minta Pemkot Rutin Pantau Sembako

Senin, 6 Juni 2016 13:43 WIB
Image Print
Ilustrasi (antaranews)

Palu, (antarasulteng,com) - Ketua DPRD Kota Palu, Sulawesi Tengah, M. Iqbal Andi Magga meminta pemerintah kota setempat meningkatkan intensitas pemantauan langsung ketersediaan dan harga sembako di pasar-pasar tradisional di kota ini.

"Harga bahan pokok setiap hari terus bervariasi atau bermain, olehnya Pemkot Palu harus rutin melakukan pemantauan," ungkap Eki sapaan akrab M. Iqbal Andi Magga, di Palu, Senin.

Politisi Partai Golongan Karya itu menyatakan bahwa bahan pokok kebutuhan masyarakat mengalami perbedaan harga di tiap-tiap pasar tradisional yang ada di daerah tersebut.

Dimana harga bahan pokok di pasar tradisional Inpres Manonda, sedikit lebih murah jika di bandingkan dengan harga bahan pokok di Pasar Masomba, Pasar Talise dan Pasar Petobo.

Adanya perbedaan harga bahan pokok tersebut menandakan bahwa pedagang memainkan harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat atau rumah tangga, utamanya untuk pemenuhan sahur dan buka puasa pada bulan ramadhan.

Olehnya, tegas dia, Pemkot Palu harus rutin melakukan operasi pasar untuk menjamin kestabilan harga bahan pokok, serta menindak pedagang yang menimbun bahan pokok, yang berdampak pada peningkatan harga.

"Bahan pokok sangat dibutuhkan oleh masyarakat apalagi di bulan ramadan ini, olehnya perlu ada kestabilan harga agar tidak ada keluhan masyarakat dikarenakan mahalnya harga bahan pokok," ujarnya.

Terkait hal itu Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Pemkot Palu, Tamin Tombolotutu, di Palu, Senin, mengatakan harga bahan pokok di Kota Palu saat ini cukup stabil.

Tamin menyebutkan harga sembako dan komoditas lainnya yang ada di pasar-pasar tradisonal di Kota Palu telah turun menyusul operasi pasar yang telah digelar, seperti harga beras yang sebelumnya Rp10.000 per kilogram, turun menjadi Rp9.500 per kilogram.

Begitu juga dengan harga gula pasir yang sebelumnya Rp16.000 per kilogram, turun menjadi Rp12.500 per kilogram atau penurunan mencapai Rp4.000 per kilogram gula pasir.

Sementara bawang merah yang sebelumnya Rp48.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp28.000 per kilogram atau turun sekitar Rp20.000 per kilogram di pasar tradisonal.

Namun, sebut dia, penurunan harga-harga tersebut tidak diikuti dengan penurunan harga daging yang juga menjadi kebutuhan rumah tangga. Harga daging tetap pada Rp100.000 per kilogram.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026