Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab Parimo Buka Pasar Kuliner Ramadhan

Rabu, 8 Juni 2016 04:48 WIB
Image Print
Pasar Ramadhan (Antara)

Parigi, (antarasulteng.com) -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo) membuka pasar kuliner selama bulan Ramadhan bertempat di Jalur dua, Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi.

Di lokasi tersebut beragam menu untuk berbuka puasa disajikan pedagang kuliner mulai dari lauk pauk hingga kue dengan beraneka ragam jenis. Pasar kuliner yang dibuka Senin (6/6) sudah mulai dipadati warga parigi dan sekitarnya.

Ketua Panitia Pelaksana Haris di Parigi, Selasa, mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan guna memberikan peluang kepada masyarakat terutama pelaku usaha mikro (pedagang kuliner) dalam mengembangkan dan meningkatkan usahanya.

Ia berharap dengan dibukanya pasar kuliner Ramadhan selain bisa memudahkan warga untuk memperoleh menu buka puasa yang higenis, sekaligus bisa dijadikan objek wisata kuliner bagi masyarakat Parigi pada khususnya dan warga Perigi Moutong pada umumnya.

"Untuk itu kami sangat berharap kerjasama dan kepedulian dari para pelaku usaha mikro agar bisa menjaga segala aspek kebersihan dan kenyamanan pasar kuliner Ramadhan," katanya.

Dia mengungkapkan, kegiatan pasar kuliner ini diikuti sebanyak 90 orang dari beberapa kelurahan dan desa yang ada di kecamatan parigi yakni kelurahan Maesa, Loji, Bantaya, Masigi, Kampal dan Desa Bambalemo.

Dia menjelaskan, pasar ramadhan tersebut juga bertujuan untuk mengakomodir keinginan masyarakat yang hendak berjualan kuliner untuk hidangan berbuka puasa umat Islam.

Menurut dia, yang paling penting dari pelaksanaan pasar kuliner ramadhan ini adalah membantu masyarakat pedagang dalam mengais rezeki meningkatkan ekonomi keluarga serta membantu persediaan hidangan berbuka bagi umat Islam.

Salah seorang pengunjung Irman (35) mengaku sangat terbantu dengan dibukanya pasar kuliner. Menurutnya, pusat kuliner ramadhan yang terpusat seperti ini akan lebih tertib, indah dipandang dan tentunya sangat memudahkan masyarakat untuk berbelanja makanan dan minuman untuk keperluan berbuka puasa.

Di samping lebih mudah memperoleh takjil, kita tidak ragu-ragu karena memilih menu apa saja yang tersedia karena dalam pengawasan Dinas Kesehatan (Dinkes), ujarnya.

Dia berharap, pasar kuliner seperti itu terus dilaksanakan saat setiap bulan ramadhan. Karena hal itu dapat mempromosikan jajanan kuliner, khususnya masakan dan makanan asli daerah ini agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

"Saya berharap kegiatan pasar kuliner ramadhan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya, sehingga dapat dijadikan salah satu obyek wisata serta ajang promosi makanan kuliner asli daerah ini agar lebih dikenal masyarakat luas," ujar Irman.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026