Analis menyatakan saham LAJU bisa tahan dari risiko resesi

id PT Jasa Berdikari Logistics Tbk,Jasa Berdikari Logistics,LAJU,PT Midi Utama Indonesia Tbk,Alfamart,resesi,saham

Analis menyatakan saham LAJU bisa tahan dari risiko resesi

PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/1). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Investment Banking PT NH Korindo Sekuritas Indonesia Amir S Samirin mengatakan saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) bisa bertahan dari risiko resesi karena bidang usahanya ditopang oleh peningkatan konsumsi domestik.

“Kami yakin, saham perseroan yaitu LAJU akan terus bertumbuh dan akan menjadi salah satu saham unggulan di bursa efek nantinya," ujar Amir dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

LAJU adalah perusahaan yang bergerak di bidang bisnis logistik, pergudangan, transportasi, serta Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), dengan salah satu mitranya yaitu PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).

Amir meyakini MIDI tidak akan terdampak resesi karena daya beli masyarakat yang sangat tinggi pada produk ritel, yang tentunya akan berdampak positif terhadap LAJU.

Sebelumnya, Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan pemerintah memiliki tiga strategi dalam menghadapi ancaman resesi tahun 2023.

Strategi tersebut diantaranya, pemberdayaan ekonomi domestik, pengendalian inflasi, dan perbaikan iklim investasi dengan penerapan online single submission di seluruh Indonesia.

Dia menyebut kelancaran distribusi barang akan berperan penting dalam strategi yang diterapkan oleh pemerintah tersebut.

LAJU resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/1), dengan saham dibuka naik 35 persen ke posisi Rp135 atau menembus batas auto reject atas (ARA) dari harga awal Rp100 per lembar saham.

Perusahaan bidang logistik ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 223 kali dan menarik lebih dari 32 ribu investor retail dalam proses pooling.

Saham LAJU diminati sejumlah pengusaha seperti pemilik Grup Alfamart dan Alfamidi yaitu Djoko Susanto dan pendiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII) Marina Budiman.

Setelah IPO tersebut, perusahaan menargetkan pendapatan dan laba meningkat 25 persen year on year (yoy) pada tahun 2023, yang mana dana hasil IPO sebesar 23,7 persen akan disalurkan untuk pembelian unit armada guna mendukung peningkatan operasional perseroan.