
Pemprov Sulteng ajak multi pihak kerja sama perangi narkoba

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengajak multi pihak di daerah itu untuk bekerjasama memerangi narkoba, demi melindungi masyarakat dan generasi muda dari barang haram tersebut.
"Upaya meningkatkan antisipasi, adaptasi dan mitigasi terhadap berbagai ancaman kejahatan narkotika, perlu terus dilakukan bukan hanya oleh pemerintah, akan tetapi keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Novalina, pada Dialog Nusantara BNN RI, di Palu, Rabu.
Kegiatan "Dialog Nusantara BNN RI mengangkat tema semangat pemuda bersatu menuju Indonesia bersinar". Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Petrus R Golose.
Dalam sambutan Gubernur pada dialog tersebut disampaikan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika merupakan permasalahan serius yang dapat menghancurkan bangsa.
Berdasarkan hasil survei penyalahgunaan narkotika yang dilakukan BNN bekerjasama dengan LIPI tahun 2019 lalu, Sulawesi Tengah berada pada peringkat ke-4 prevalensi pemakaian narkotika secara nasional setelah Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan DKI Jakarta.
Oleh karena itu, ujar dia, kesadaran bersama dan keterlibatan multi pihak untuk mencegah peredaran narkotika menjadi kata kunci melindungi masyarakat dari narkoba.
Terkait dengan "Program Keluarga Bersinar", ia mengakui telah mengeluarkan surat edaran kepada para bupati/wali kota se-Sulteng agar membantu biaya tes urine bagi calon pengantin yang kurang mampu.
“Semoga kebijakan ini dapat disosialisasikan dengan baik, agar didukung penuh oleh tiap pemerintah kabupaten/kota,” katanya.
Ia meminta kepada semua instansi agar turut berkolaborasi dalam mendukung pencegahan narkotika, dengan harapan semoga berimplikasi bagi terwujudnya Sulteng Bersinar.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
