Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab Parimo gelar bersih-bersih sungai

Rabu, 28 September 2016 14:40 WIB
Image Print
Suasana sosialisasi bencna alam di Kantor Buati Parigi Moutong, Selasa (27/9) (Antarasulteng.com/Humar Parimo)
Bupati: Parimo termasuk daerah yang rawan bencana alam

Parigi (Antarasuteng.com) - Pemerintah Kabupaten parigi Moutong lewat badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar aksi bersih-bersih sungai sebagai upaya meminimalisasi bencana akibat banjir.

Aksi bersih-bersih sungai yang berlangsung sehari itu merupakan bagian dari sosialisasi pengurangan resiko bencana, diikuti aparat pemkab dan masyarakat setempt.

Lokasi sasaran berada di Kecamatan Parigi pada beberapa titik sungai di empat kelurahan yakni Kelurahan Loji, Masigi, Bantaya, dan Kampal.

Keempat lokasi titik sungai tersebut adalah sebagai pilot project pengurangan bencana yang diharapkan dapat dilaksanakan secara continue dan berkelanjutan serta melibatkan semua pihak yakni pihak pemerintah maupun lembaga kemasyarakatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Parigi Moutong Arifin Amat mengatakan sosialisasi pengurangan resiko bencana adalah untuk melakukan pemberdayaan komunitas melalui pengalaman mengatasi dan menghadapi bencana yang berfokus pada kegiatan partisipasi dalam menanggulangi bencana sebelum saat kejadian dan saat sesudah kejadian.

Selain itu agar komunitas tersebut mampu mengelola resiko, mengurangi maupun memulihkan diri dari dampak bencana tanpa ketergantungan dari pihak luar.

Bupati Parimo dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Administrasi Umum Drs. Samin Latandu mengapresiasi kegiatan ini karena merupakan amanat UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

Wilayah Kabupaten Parimo yang terdiri atas pegunungan dan pesisir pantai cukup rentan terjadi bencana. Di samping itu, potensi terjadinya bencana juga dapat dipicu oleh faktor kurangnya pengetahuan dan kesadaran terhadap besarnya potensi bahaya bencana.

"Banyaknya bencana yang telah terjadi mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Kejadian-kejadian tersebut memberikan pengaruh negatif pada berjalannya roda pemerintahan maupun kehidupan masyarakat," kata bupati.
Ia berharap lewat sosialisasi ini akan tercipta pemahaman soal petingnya pengurangan resiko bencana agar kerugian dan korban jiwa saat bencana bisa ditekan seminimal mungkin.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026