
100.000 Warga Suriah Mengungsi Selama Agustus

Jenewa - Jumlah pengungsi Suriah meningkat tajam bulan lalu, dengan lebih dari 100.000 orang meninggalkan negara yang porak poranda akibat perang itu mengungsi di negara-negara tetangga, kata badan PBB urusan pengusngsi, Selasa (4/9).
Itu adalah jumlah tertiggi bulanan sejak konflik itu meletus Maret tahun lalu, kata juru bicara UNHCR Melissa Felemig kepada wartawan.
"Ini adalah peningkatan tinggi jumlah seluruh pengungsi yang terdaftar atau menunggu pendaftaran di negara-negara tetangga yang kini mencapai 235.000 orang.
"Ini mungkin menunjukkan satu hal yang sangat berbahaya... situasi di negara itu," katanya dan menambahkan: "Kami menanggapinya sebaik mungkin yang kami dapat lakukan."
Badan urusan pengungsi itu mengatakan sekitar 1.000 pengungsi Suriah memasuki Jordania setiap hari, sementara Irak kini menampung jumlah pengungsi Kurdi Suriah meningkat yang tiba di negara itu, dengan sekitar 500 orang datang setiap hari.
Ratusan pengungsi Irak juga kini meninggalkan Suriah, kata UNHCR dan menambahkan kendatipun sebagian besar meninggalkan Suriah karena situasi keamanan, sejumlah mereka melaporkan terancam langsung.
Satu taksi yang digunakan keluarga Irak pulang ke Irak dibajak akhir pekan lalu, sementara tiga pengungsi Irak tewas pekan lalu di satu daerah pinggiran Damaskus. kata UNHCR.
Lebanon menampung sekitar 59.000 pengungsi Suriah sampai saat ini, sementara Ankara mengatakan mereka menampung lebih dari 80.400 pengungsi di Turki dan sekitar 8000 orang dilaporkan masih menunggu masuk.
UNHCR mengatakan pihaknya meluncurkan satu program bantuan bertujuan membantu para keluarga Suriah yang terlantar, yang menurutnya adalah "jalan paling efektif menukung keluarga yang rawan lingkungan keamanan di banyak daerah Suriah."
Badan itu mengatakan pihaknya sejauh ini telah menyerahkan cek kepada 700 keluarga Suriah, dan menambahkan Bulan Sabit Merah Suriah mengharapkan akan membantu keuangAN kepada 35.000 keluarga atau sekitar 200.000 orang dalam bulan-bulan ke depan.
Menurut kelompok Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah lebih dari 26.000 orang tewas sejak pemberontakan itu dimulai Maret tahun lalu -- lebih dari dua pErtiga adalah warga sipil. (Ant/AFP)
Pewarta :
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
