
Unisa Palu cetak 13 dokter muda

Gubenrur: Mereka sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Sulteng.
Palu (antarasulteng.com) - Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Sulawesi Tengah, mencetak 13 dokter muda setelah menamatkan program strata satu dan uji kompetensi dokter di Fakultas Kedokteran perguruan tinggi tersebut.
Ke-13 dokter muda tersebut adalah Ilmawati, Andi Masni, Irna Dwiyanti, Yunus Ammarie, Haslinda, Feny Seliestyawaty, Moch. Husni A. Buloe, Nurul Holisa Hadi, Diki Hardiansyah, SY. Rugaiyah, Mandasari Barmawi, Irna Fiseba, dan Arwinda Dyah Ekoputri.
"Mereka adalah dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran periode I tahun 2016, yang dinyatakan lulus 100 persen setelah mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD)," kata Dekan Fakultas Kedokteran Unisa Palu dr. Mukramin Amran pada acara pengambilan sumpah dokter periode I Unisa di Best Western Coco Hotel Palu, Minggu.
Menurut Mukramin, para dokter tersebut lulus sebagai dokter muda dengan indeks prestasi mulai dari 3,00 hingga 3,80 atau dengan presidekat memuaskan sampai sangat memuaskan.
Mereka akan mengabdi untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di Fakultas Kedokteran Unisa di puskesmas, rumah sakit milik pemerintah dan swasta yang ada di Indonesia.
"Ke-13 lulusan tersebut dinyatakan sah menyandang gelar dokter dan selanjutnya akan menerapkan ilmu dan pengetahuan mereka di masyarakat, dengan menjunnjung tinggi kode etik dokter serta sumpah dokter," ujarnya.
Selain 13 dokter, urai dia, Unisa juga mengambil janji 4 sarjana kedokteran periode XI dari Fakultas Kedokteran yang selanjutnya mengikuti tahapan dan prosedur menuju dokter.
Mereka adalah M. Jabal Nur Bausat, Zatul Himma Alamrie, Mei Andani Listiani, dan Andi Rahman Mujito diambil janjinya sebagai sarjana kedokteran.
Rektor Unisa Palu Dr. Hamdan Rampadio menyatakan bahwa dokter jebolan Unisa berbeda dengan dokter jebolan perguruan tinggi umum lainnya di Sulawesi Tengah karena dibekali dengan pengetahuan agama, sehingga dalam implementasi pengetahuan dan disiplin ilmunya di masyarakat selalu diikutkan dengan nilai-nilai religi.
Perkuat SDM Sulteng
Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dalam kesmepatan itu menyatakan bahwa dokter muda lulusan FK Unisa sangat membantu dalam menambah ketersediaan tenaga medis untuk pelayanan kesehatan di daerah ini.
"Mereka ini sangat menunjang penyediaan sumber daya manusia di bidang medis yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah dan masyarakat," kata Longki dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Hidayat Lamakarate.
Gubernur beraharap ke-13 dokter muda tersebut dapat mengimplementasikan ilmu dan pengetahuannya sebaik mungkin di masyarakat Sulteng karena daerah ini masih sangat membutuhkan dokter, terutama di pedesaan.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
