Logo Header Antaranews Sulteng

PLN: Pemadaman Bergilir Masih Berlanjut

Senin, 31 Oktober 2016 10:28 WIB
Image Print
Ilustrasi--PLN (antaranews)
Salah satu dari peningkatan kualitas pelayanan dengan memperbaiki gardu, jaringan dan juga memelihara mesin-mesin pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) milik perusahaan.

Palu, (antarasulteng.com) - Manager PT PLN Area Palu Emir Muhaimin mengatakan pemadaman bergilir listrik di daerah itu masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan untuk kepentingan pemeliharaan jaringan dan pembangkit.

"Kami belum bisa pastikan kapan pemadaman bergilir ini akan berakhir," katanya di sela-sela peringatan Hari Listrik Nasional di Palu, Senin.

Ia mengatakan pemadaman listrik di wilayah Palu, Sigi dan Donggala sudah berlangsung cukup lama dan sampai sekarang ini belum juga berakhir.

Pemadaman listrik tersebut dilakukan PLN setempat karena adanya perbaikan gardu dan jaringan listrik tegang tinggi di dalam wilayah Kota Palu maupun di Kabupaten Sigi dan Donggala.

Perbaikian dimaksud untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat di tiga wilayah yangmasuk dalam sistem kelistrikan Palu itu.

"Salah satu dari peningkatan kualitas pelayanan dengan memperbaiki gardu, jaringan dan juga memelihara mesin-mesin pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) milik perusahaan.

Selama ini, kata dia, pasokan listrik selain dari PLTD, juga PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap).

PLTA yang selama ini menyuplai listrik kepada PLN adalah milik PT Poso Energy yang berpusat di Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso.

Sementara PLTU yang juga selama beberapa tahun terakhir ini menyuplai listrik ke PLN yakni milik PT Pusaka Jaya Palu Power (PJPP).

Kedua perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan tenaga listrik di Sulteng itu selama ini sangat membantu PLN dalam hal pemenuhan listrik untuk masyarakat dan industri di daerah ini.

Emir juga mengimbau masyarakat yang hingga kini masih menggunakan meteran KWh lama untuk segera menggantinya dengan listrik pintar atau KWh pulsa karena lebih menguntungkan.

Selain tidak dikenakan biaya beban, juga masyarakat bisa menghemat penggunaan listrik serta menghindari tunggakan. (BK03)



Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026