Logo Header Antaranews Sulteng

Demo 2 Desember Jangan Ciderai Kerukunan

Rabu, 23 November 2016 20:04 WIB
Image Print
Prof. Dr. Zainal Abidin M.Ag (fb)

Palu, (antarasulteng.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, menghimbau kepada sebahagian umat Islam di daerah tersebut yang akan menggelar unjukrasa 2 Desember, untuk tidak menciderai kerukunan antar sesama manusia dan antar sesama pemeluk agama yang telah terjalin sejak lama.

Ketua MUI Palu Prof Dr Zainal Abidin M Ag di Palu, Rabu, menyatakan umat Islam yang berkeinginan unjukrasa 2 Desember memiliki kewajiban untuk menjaga kerukunan didaerah tersebut.

"Sesama manusia dan sesama mahluk ciptaan tuhan, kita memiliki kewajiban untuk menjaga hubungan kemanusiaan kita ditengah-tengah kehidupan sosial," ungkap Prof Zainal Abidin M Ag.

Dia mengatakan kasus penistaan agama telah ditangani oleh pihak kepolisian, olehnya adanya kasus tersebut tidak harus membuat seseorang muslim bertengkar dengan non-muslim.

Ia menyebut masyarakat utamanya umat Islam yang berkeinginan unjukrasa 2 Desember harus memberikan dukungan dan kepercayaan kepada pihak kepolisian dalam menindak lanjuti kasus tersebut.

"Negara kita adalah negara hukum, biarkan penegak hukum bertindak dan menjalankan aturan yang telah ditetapkan. Kita harus mampu menempatkan yaitu membiarkan hukum berjalan pada tempatnya, dan urusan kemanusian atau toleransi serta hubungan antar sesama manusia pada tempatnya," sebutnya.

MUI Palu, tegas dia, mendukung taushiyah MUI Pusat yang terdiri dari 6 poin penting, yang salah satunya berisikan larangan membawa-bawa logo serta simbol-simbol MUI.

Ia mengakui bahwa unjukrasa merupakan salah satu cara menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi, namun menyampaikan pendapat harus mengedepankan etika dan taat terhadap aturan yang telah ada.

"Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, menjunjung tinggi etika atau akhlak. Olehnya menyampaikan pendapat harus beretika, agar tidak menciderai Islam itu sendiri," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026