
Palu Daerah Endemis Demam Berdarah

Kalau demam berdarah Kota Palu menjadi salah satu daerah endemis, dimana setiap tahunnya ada kasus yang sangat tinggi, artinya ada penderita setiap tahun bahkan ada yang meninggal,
Palu, (antarasulteng.com) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyatakan bahwa daerah tersebut merupakan endemis terhadap perkembangbiakan dan penyebaran penyakit demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Royke Abraham menyatakan di Palu, Rabu, setiap tahun pihaknya menemukan adanya penderita atau kasus demam berdarah karena daerah tersebut merupakan endemis.
"Kalau demam berdarah Kota Palu menjadi salah satu daerah endemis, dimana setiap tahunnya ada kasus yang sangat tinggi, artinya ada penderita setiap tahun bahkan ada yang meninggal," ungkap Abraham.
Menurut dia, setiap tahunnya Dinas Kesehatan menemukan penderita bahkan korban jiwa yang disebabkan oleh perkembangbiakan dan menularnya virus dengue lewat nyamuk.
Dirinya menguraikan tahun 2015 terdapat 3 orang meninggal dunia kasus demam berdarah dan tahun 2016 terdapat 2 orang meninggal dunia.
DBD berkembang dikarenakan lingkungan yang buruk, katanya.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan bahwa tahun 2016 penderita penyakit demam berdarah berjumlah 637 orang dan tahun 2015 terdapat 653 kasus.
"Iya, jumlah penderita demam berdarah masih tinggi. Dari data tersebut menunjukkan bahwa Kota Palu menjadi daerah endemis demam berdarah, yang setiap tahunnya ada kasus demam berdarah," ujarnya.
Namun, terang dia, pada bulan Januari-Februari 2017 terdapat 33 penderita demam berdarah, yang jauh menurun bila dibandingkan dengan kasus pada bulan Januari-Februari tahun 2016 sebanyak 187 kasus.
"Demam berdarah merupakan penyakit lingkungan atau penyakit yang mudah berkembang dan menyebar bila lingkungan tidak sehat, maka untuk menekan perlu ada penekanan untuk memperbaiki kesadaran kebersihan lingkungan," terangnya.
Menghadapi musim pancaroba dewasa ini, pihaknya akan lebih giat melakukan sosialisasi pencegahan DBD antara lain penyuluhan kesehatan lingkungan, abatesasi dan pengasapan.
Terkait penanganan penderita DBD, dokter Royke mengatakan bahwa seluruh instalasi kesehatan baik tingkat Puskesmas maupun rumah sakit selalu siap untuk menangani penderita.
Ia berharap kepada masyarakat bila melihat gejala-gejala awal DBD menimpa seseorang, segeralah menghubungi dokter atau petugas puskesmas agar segera mendapatkan perawatan.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
