Logo Header Antaranews Sulteng

Hillary Geram Saat Suriah Ngebom Turki

Kamis, 4 Oktober 2012 12:24 WIB
Image Print
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton. ( FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)
Kami geram bahwa pemerintah Suriah telah menembak ke seberang perbatasan,"

Washington - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Rabu (3/10), menyampaikan "rasa geram" sehubungan dengan pemboman artileri terhadap satu kota kecil Turki, yang menewaskan lima orang dan memicu serangan balasan dari Turki.

"Kami geram bahwa pemerintah Suriah telah menembak ke seberang perbatasan," kata diplomat senior AS tersebut kepada wartawan, setelah pertemuan dengan timpalannya dari Kazakhstan Yerlan Idrisov di Departemen Luar Negeri AS.

"Kami sangat menyesalkan hilangnya nyawa yang telah terjadi di pihak Turki," kata Hillary, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis. Hillary menyebut rembesan konflik 19 bulan di Suriah sebagai situasi "yang amat, sangat berbahaya".

Tiga atau empat bom artileri Suriah mendarat pada Rabu pagi di Kota Kecil Akcakale, Turki, di Provinsi Sanliurfa, yang berbatasan dengan Suriah, sehingga menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 13 orang lagi, kata kantor berita setengah resmi Turki, Anatolia.

Sebagai anggota NATO, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu telah memberitahu Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, utusan khusus bersama PBB-Liga Arab Lakhdar Brahimi dan Sekretaris Jenderal NATO Jenderal Anders Fogh Rasmussen mengenai peristiwa itu melalui telepon, kata Anatolia.

Ankara telah berulangkali mengeluhkan peluru nyasar dari senapan dan artileri Suriah ke wilayahnya.

Turki, Rabu, membom Suriah sebagai pembalasan dan untuk mengirim peringatan yang disampaikan pekan lalu.

"Turki takkan pernah diam tanpa reaksi terhadap jenis provokasi semacam ini oleh rejim Suriah dalam kerangka kerja peraturan bertindak dan hukum internasional," kata satu pernyataan yang dikeluarkan oleh perdana menteri Turki.

Hillary Clinton mengatakan ia berencana berbicara dengan Davutoglu nanti mengenai cara terbaik ke depan.
(Ant/Xinhua-OANA)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026