
Saham Sektor Energi Dalam Tekanan

Jakarta - Koreksi signifikan pada harga minyak dunia berpotensi memberikan tekanan bagi saham-saham berbasis energi.
Analis Samuel Sekuritas, Sally Agustina, mengatakan di Jakarta, Kamis, harga minyak dunia terus melanjutkan pelemahannya ke level 87,9 dolar AS per barel.
"Ini dipicu oleh kenaikan produksi minyak Amerika Serikat, sedangkan untuk permintaan relatif melemah," katanya.
Di sisi lain, kembali rebound-nya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) diprediksi membawa saham-saham sektor tersebut mengalami "technical rebound" setelah melemah signifikan pada perdagangan Rabu (3/10).
Sally menambahkan untuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan berada di kisaran sempit 4.225-4.275.
Pada pembukaan perdagangan sesi I, Kamis, IHSG naik 5,93 poin (0,14 persen) menjadi 4.257,44, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 menanjak 1,49 poin (0,20 persen) menjadi 732,13.
Untuk kondisi bursa global, bursa AS kembali ditutup menguat memfaktorkan sentimen positif dari beberapa rilis data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi.
Namun, bursa AS gagal ditutup pada level tertingginya setelah produsen komputer, Hewlett-Packard, melemah signifikan karena mengumumkan kinerja 2013 akan jauh melemah karena penurunan permintaan.
Sementara bursa Asia pada perdagangan sesi I Kamis dibuka menguat dengan memfaktorkan sentimen positif dari rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi. (KR-IAZ)
Pewarta :
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
