Logo Header Antaranews Sulteng

Bupati Morowali tegaskan komitmen tenaga honorer tidak dirumahkan

Senin, 19 Januari 2026 14:35 WIB
Image Print
Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf memberikan arahan pada apel umum bersama aparatur sipil negara (ASN) di Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (19/1/2025). ANTARA/HO-Dokumentasi Pemda Morowali

Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali untuk tidak merumahkan tenaga honorer yang selama ini mengabdi di lingkungan pemerintah daerah.

“Saya ingin sampaikan, persoalan anak-anak honorer, saya tidak mau tahu dan saya tidak ingin mereka dirumahkan. Yang sudah dirumahkan, panggil kembali,” katanya saat memberikan arahan pada apel umum bersama aparatur sipil negara (ASN) di Morowali, Sulawesi Tengah, Senin.

Bupati mengatakan tidak menginginkan adanya kebijakan yang merugikan nasib para honorer, terlebih mereka yang telah lama bekerja dan menggantungkan hidupnya dari pengabdian tersebut.

Menurut dia, para tenaga honorer bukanlah pekerja baru, melainkan telah berkontribusi nyata dalam mendukung roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Morowali.

Oleh karena itu, kata dia, kebijakan terkait tenaga honorer harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan dampak sosial.

“Kita pikirkan, ada nasib sekitar 1.000 orang di situ, biarpun ada undang-undangnya. Jadi saya sampaikan, bulan Januari ini saya tidak ingin mereka dirumahkan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Iksan juga menyinggung soal kemampuan daerah dan meminta seluruh jajaran untuk berpikir jernih mengenai kondisi riil Morowali yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan potensi besar.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Morowali akan terus mencari solusi terbaik agar persoalan tenaga honorer dapat diselesaikan secara adil dan manusiawi, tanpa mengabaikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemda Morowali, kata dia, berkomitmen menjaga keberlangsungan kerja dan kesejahteraan tenaga honorer di daerah.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026