Logo Header Antaranews Sulteng

Bupati Parigi Moutong minta kepala desa data kebun warga terdampak karhutla

Jumat, 6 Februari 2026 21:12 WIB
Image Print
Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) menyiram api di kebun kelapa warga di Desa Towera dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (5/2/2026). (ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Erwin Burase memerintahkan camat dan kepala desa untuk mendata kebun warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah setempat.

"Sudah saya instruksikan masing-masing pemerintah kecamatan dan desa melakukan pendataan kebun warga terdampak," kata Erwin Burase di Parigi, Jumat.

Ia mengemukakan, pendataan kebun warga penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dampak ditimbulkan dari peristiwa itu, sekaligus menjadi acuan bagi upaya penanggulangan dan rehabilitasi.

"Langkah ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam penanggulangan karhutla. Bukan hanya sekedar berjibaku memadamkan api tetapi juga melakukan upaya rehabilitasi setelah kebakaran," ujarnya.

Hingga hari ke enam karhutla di kabupaten itu, api belum bisa dipadamkan karena peralatan sangat terbatas, di tambah angin berhembus kencang dan titik api berada di atas gunung, sehingga menyulitkan petugas menjangkau titik api.

Saat ini upaya pemadaman api menggunakan mobil pemadam kebakaran (damkar) tiga unit dibantu dua mobil tanki untuk suplai air, selain itu tim gabungan juga menggunakan alat manual berupa tanki semprot dan mesin alkon untuk memadamkan api.

"Sudah ada bantuan alat pompa air/mesin alkon dan tanki semprot dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkembangan guna memperkuat percepatan pemadaman api," ucap Erwin.

Kata dia Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga membuka opsi pemadaman api dari atas udara menggunakan helikopter, langkah itu dikoordinasikan dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk pelaksanaannya.

"Titik karhutla terparah di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Data sementara dari peta citra satelit dirilis BPBD Sulawesi Tengah, sekitar 90 hektare total lahan terbakar tersebar di sejumlah desa," katanya.

Dia menambahkan, pada penanganan kedaruratan Pemkab Parigi Moutong memanfaatkan anggaran belanja tak terduga bersumber dari APBD pemerintah setempat.

"Sejauh ini belum ada laporan kerugian masyarakat dari peristiwa karhutla, karena sedang dilakukan proses pendataan," katanya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026