Macron bantah klaim Trump soal rencana pertemuan G7 di Paris

id emmanuel macron,pertemuan G7,presiden prancis,donald trump

Moskow (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang saat ini memegang keketuaan bergilir Kelompok Tujuh (G7), mengatakan pada Selasa (20/1) bahwa tidak ada pertemuan G7 yang dijadwalkan berlangsung di Paris pada Kamis.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengunggah sebuah pesan di Truth Social yang diklaim berasal dari Macron, yang mengusulkan untuk mengadakan pertemuan G7 di Paris pada Kamis sore setelah pertemuan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) yang berlangsung di Davos, Swiss.

Macron disebut-sebut mengatakan bahwa ia dapat mengundang pihak Ukraina, Denmark, Suriah, dan Rusia “di sela-sela” pertemuan tersebut.

“Tidak ada pertemuan yang dijadwalkan. Namun, Prancis yang memegang keketuaan bersedia mengadakannya,” kata Macron kepada AFP di sela-sela WEF di Davos, Swiss.

Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia tidak menerima undangan untuk menghadiri pertemuan G7 di Paris.

CBS News, mengutip seorang pejabat Gedung Putih, menyatakan bahwa Trump tidak berencana melakukan perjalanan ke Paris.

Kanselir Jerman Friedrich Merz tidak akan menghadiri pertemuan tersebut, harian Bild melaporkan dengan mengutip sumber-sumber yang dekat dengan pemerintah. Dari Davos, Merz dilaporkan berencana terbang ke Brussel untuk menghadiri KTT informal Uni Eropa.

G7 merupakan forum informal yang terdiri dari tujuh negara dengan perekonomian maju di dunia, yang terdiri dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Pewarta :
Editor : Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.