Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman menilai pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Davos telah mengukuhkan capaian penting Indonesia ke forum global.
"Pada forum terhormat yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku industri, dan pengambil kebijakan, Presiden Prabowo tidak hanya menyampaikan visi besar Indonesia, tetapi juga menegaskan arah kebijakan yang menjunjung asas keadilan sosial dan kemandirian ekonomi nasional," kata Andy dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Andy menilai paparan Presiden Prabowo mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Danantara, telah menegaskan arah kebijakan tersebut.
"Penekanan bahwa negara hadir memastikan gizi anak-anak dan generasi muda menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dilepaskan dari kualitas manusia yang menopangnya. Di hadapan komunitas global, paparan tentang MBG memperlihatkan Indonesia meletakkan kesejahteraan rakyat sebagai fondasi utama," ujarnya.
Lebih lanjut Adny menambahkan, apresiasi juga layak diberikan pada pemaparan mengenai Danantara. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang dalam mengelola kekayaan nasional.
"Danantara bukan sekadar lembaga pengelola investasi, melainkan instrumen negara untuk memastikan bahwa kekayaan Indonesia benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan rakyat, pembangunan berkelanjutan, dan stabilitas ekonomi. Pesan ini penting diutarakan di forum seperti WEF untuk membangun kepercayaan investor sekaligus menegaskan kedaulatan ekonomi kita," tuturnya.
Secara keseluruhan, pidato Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 menunjukkan kombinasi antara kematangan visi, kejelasan arah kebijakan, dan kepercayaan diri sebagai bangsa besar.
"Pesan yang disampaikan memberi kontribusi kepada dunia tentang pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Pidato ini merupakan langkah penting memperkuat posisi Indonesia di mata dunia," kata Andy.
