Logo Header Antaranews Sulteng

Jumlah Angkot Di Palu Semakin Berkurang

Selasa, 23 Oktober 2012 09:50 WIB
Image Print
Selama beberapa tahun terakhir, keberadaan angkot semakin berkurang seiring dengan jumlah pemilik kendaraan pribadi, terutama sepeda motor yang semakin meningkat."

Palu - Jumlah angkutan kota (angkot) yang beroperasai di Palu, Sulawesi Tengah, saat ini semakin berkurang seiring dengan kepemilikan kendaraan pribadi, kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Hendro Surahmat.

"Sesuai data yang ada jumlah angkot sekarang tinggal sekitar 900 unit," katanya di Palu, Selasa.

Ia mengatakan, pada 2003-2004 jumlah angkot di daerah itu masih berkisar 1.300 unit.

Selama beberapa tahun terakhir, keberadaan angkot semakin berkurang seiring dengan jumlah pemilik kendaraan pribadi, terutama sepeda motor yang semakin meningkat.

Setiap tahun, pembelian sepeda motor di Palu meningkat.

"Informasi setiap bulan ada sekitar 6.000 unit kendaraan motor terjual," katanya.

Ia menjelaskan, di satu sisi, meningkatnya pemilik sepeda motor menyebabkan pengguna jasa angkot di kota itu semakin berkurang.

Oleh karena penumpang semakin berkurang, katanya, kebanyakan pemilik angkot menjual kendaraan itu.

"Ada sebagian lagi yang mengalihkan angkot menjadi kendaraan pelat hitam," katanya.

Sejumlah pemilik angkot di Palu membenarkan bahwa penumpang saat ini semakin berkurang.

"Ya rata-rata yang menggunakan angkot adalah pelajar dan ibu-ibu rumah tangga yang hendak pergi ke sekolah dan pasar," kata seorang pemilik angkot setempat, Budi.

Menurut dia, peranan angkot saat ini tidak sama seperti keadaan beberapa tahun sebelumnya yang menjadi alat transportasi utama masyarakat di ibu kota provinsi itu.

Saat ini, katanya, hampir semua warga punya kendaraan pribadi khususnya sepeda motor.

"Jadi angkot bukan lagi sarana transportasi satu-satunya," kata seorang sopir angkot, Johan.

Ia mengatakan, penghasilan dari hasil operasional angkot semakin menurun karena kurangnya penumpang.

"Ya hasil yang kami peroleh setiap hari hanya cukup untuk setoran kepada pemilik angkot," katanya. (BK03)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026