Logo Header Antaranews Sulteng

Sebanyak 727 tatung meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026

Minggu, 1 Maret 2026 18:40 WIB
Image Print
Atraksi tatung pada Festival Cap Go Meh 2025 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. ANTARA/Narwati

Singkawang (ANTARA) - Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang Bun Cin Thong mengatakan 727 tatung dipastikan ambil bagian dalam memeriahkan Festival Cap Go Meh Kota Singkawang, Kalimantan Barat pada Selasa (3/3).

“Jumlah peserta tatung tahun ini sebanyak 727 orang, meliputi tatung dengan tandu 523 peserta, tanpa tandu 108 peserta, miniatur 75 peserta, jelangkung 15 peserta, naga tiga peserta, barongsai dua peserta dan satu rombongan jalan kaki,” katanya di Singkawang, Minggu.

Ia menyebutkan tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi yang telah menjadi identitas Kota Singkawang tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang Mokhllis mengatakan pihaknya telah menyebarkan 736 undangan kepada para pejabat dan tokoh nasional untuk menghadiri festival yang telah dikenal luas di tingkat nasional tersebut.

“Dari jumlah undangan yang kami kirimkan, sebanyak 102 undangan sudah mengonfirmasi kehadiran,” ujarnya.

Sejumlah pejabat yang diundang, antara lain Ketua MPR RI Ketua DPD RI, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif. Selain itu, Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Maluku Utara, perwakilan BPK RI, serta Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI.

Festival tersebut juga dijadwalkan dihadiri pejabat luar negeri, di antaranya Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia serta sejumlah tokoh nasional, seperti Oesman Sapta Odang.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan Festival Cap Go Meh bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang lahir dari tradisi dan tumbuh dalam keberagaman masyarakat.

“Festival Cap Go Meh adalah simbol harmoni antar-umat beragama dan antar-etnis di Kota Singkawang. Pada momen inilah dunia dapat melihat bagaimana masyarakat Singkawang hidup berdampingan dalam suasana damai, saling menghormati dan saling mendukung,” katanya.

Ia menambahkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini memiliki makna istimewa karena berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadhan.

Meski demikian, pemerintah daerah setempat bersama Panitia Imlek dan Cap Go Meh serta Panitia Ramadhan Fair dapat berkolaborasi menghias dan menyemarakkan kota secara bersama-sama.

Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan kerukunan dapat terus terjaga di tengah keberagaman.

“Inilah yang bisa kita tunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah, membanggakan dan membahagiakan,” ujarnya.

Pemkot Singkawang juga mendorong penguatan promosi agar jangkauan publikasi semakin luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Dengan promosi yang lebih luas, Festival Cap Go Meh diharapkan menjadi agenda tahunan yang paling dinantikan serta semakin mengukuhkan Singkawang sebagai kota tujuan wisata budaya,” kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026