Pengamat Optimistis Ekonomi-Politik 2018 Membaik

id Ekonomi, Statistik

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

"Indikator yang menjadi dasar optimistis ini antara lain proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2018 sebesar 5,4 persen dan diprediksi akan terwujud apabila tidak terjadi pergolakan geopolitik yang terlalu masif,"
Kupang (antaranews.com) - Pengamat ekonomi Nusa Tenggara Timur Dr James Adam, MBA, mengaku optimistis ekonomi Indonesia akan berjalan dan bergerak seiring dengan geliat politik pada 2018 yang dianggap sebagai tahun politik.

"Indikator yang menjadi dasar optimistis ini antara lain proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2018 sebesar 5,4 persen dan diprediksi akan terwujud apabila tidak terjadi pergolakan geopolitik yang terlalu masif," katanya di Kupang, Selasa.

Ia bahkan sependapat bahwa kondisi ekonomi pada 2018 bisa dipengaruhi oleh kinerja ekspor yang membaik selama 2017 dan tidak begitu terganggu oleh isu proteksionisme yang sempat berhembus pada awal Presiden AS Donald Trump menjabat.

Meski demikian, isu proteksionisme harus tetap diantisipasi karena masih menjadi bahasan utama perdagangan internasional dan mempengaruhi perdagangan China, yang saat ini merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.

Di tingkat daerah di NTT misalnya, Badan Pusat Statistik NTT mencatat perekonomian daerah setempat pada triwulan III-2017 mencapai Rp23,73 triliun atau tumbuh 4,91 persen (y-on-y) jika dibandingkan triwulan-II 2017 tercatat sebesar Rp22,25 triliun.

Dari sisi produksi, katanya pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 13,60 persen.

"Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Perubahan Inventori (PI) yang tumbuh sebesar 14,32 persen," katanya.

Ia mengatakan ekonomi NTT triwulan III-2017 juga meningkat sebesar 5,18 persen (q-to-q).

"Peningkatan tertinggi nampak pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,03 persen dengan pengeluaran yang dicapai oleh Komponen Perubahan Inventori (PI) meningkat cukup tinggi sebesar 9,43 persen," katanya
   
Ekonomi NTT Triwulan I-III 2017 (c-to-c) tumbuh 5,01 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh  hampir semua Lapangan Usaha kecuali Pengadaan Listrik dan Gas yang mengalami penurunan sebesar 0,70 persen. Dari sisi pengeluaran terutama didorong oleh Komponen Perubahan Inventori (PI) yang tumbuh sebesar 36,15 persen.

Presiden Joko Widodo berharap ekonomi Indonesia bisa berjalan dan bergerak seiring dengan politik pada 2018 yang dianggap sebagai tahun politik.

"Artinya, marilah kita memulai bersama agar yang politik berjalan, yang ekonomi mari bermain di wilayah ekonomi. Dan ingat bahwa ini bukan pertama kali Indonesia menjalankan pilkada serentak, dan bukan pertama kali pemilu diadakan di negara kita. Yang kemarin juga baik-baik saja, aman-aman saja," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sarasehan Ke-2 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa.***

Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar