
Untad targetkan predikat SAKIP AA pada 2026 lewat penguatan akuntabilitas dan IKU

Palu, Sulteng (ANTARA) - Universitas Tadulako (Untad) menargetkan peningkatan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari predikat A menjadi AA pada tahun 2026 melalui penguatan sistem perencanaan, akuntabilitas kinerja, serta pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Pendampingan Penyusunan dan Penguatan SAKIP serta Pencapaian Target IKU Universitas Tadulako Tahun 2026 yang berlangsung pada 11-12 Juni 2026 di Palu dan diikuti pimpinan fakultas, program studi, unit kerja, serta unsur terkait di lingkungan kampus tersebut.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. Sc. Agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., mengatakan universitas saat ini memiliki nilai SAKIP 81,95 dan menargetkan mencapai nilai minimal 90 untuk memperoleh predikat AA sesuai target Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
"Universitas Tadulako saat ini berada pada nilai 81,95. Pada tahun 2026, target minimal yang harus dicapai adalah angka 90 untuk memperoleh predikat AA," kata Aiyen saat membuka kegiatan tersebut.
Menurut dia, pencapaian target tersebut memerlukan perencanaan yang matang, indikator kinerja yang terukur, serta program kerja yang selaras dengan sasaran strategis universitas.
Ia menegaskan bahwa setiap unit kerja harus menyusun program dan anggaran yang berorientasi pada hasil, bukan sekadar daftar kegiatan administratif.
"Perencanaan harus berbasis target yang jelas dan kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja universitas," ujarnya.
Dalam kegiatan itu, Untad menghadirkan Ketua Tim Akuntabilitas Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Muhammad Antoni Fauzi, sebagai narasumber yang memberikan pendampingan teknis terkait implementasi SAKIP dan strategi pencapaian IKU.
Aiyen juga mengingatkan bahwa target IKU yang dijalankan perguruan tinggi merupakan amanah yang ditetapkan melalui kontrak kinerja antara rektor dan kementerian sehingga memerlukan dukungan seluruh unit kerja.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan penguatan SAKIP dan pencapaian IKU sebagai tanggung jawab bersama guna meningkatkan kualitas tata kelola dan daya saing institusi.
Sementara itu, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam arahannya saat penutupan kegiatan menekankan pentingnya ketepatan penyusunan program dan penganggaran agar setiap rencana kerja mampu menjawab kebutuhan institusi dan mendukung pencapaian target kinerja.
Menurut Amar, keseimbangan antara alokasi sumber daya dan hasil yang ingin dicapai perlu menjadi perhatian seluruh unit kerja agar program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja universitas.
Melalui pendampingan tersebut, Untad berharap seluruh unit kerja memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun perencanaan, melaksanakan program, melakukan evaluasi, serta menyusun pelaporan kinerja yang akuntabel guna mendukung pencapaian target SAKIP dan IKU tahun 2026.
Pewarta : Andriy Karantiti dan Rangga Musabar
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
