Logo Header Antaranews Sulteng

Pakar: Peternak sapi perah didorong terlibat proses hilirisasi susu

Minggu, 14 Juni 2026 20:46 WIB
Image Print
Produk susu segar (ANTARA/HO-Humas Fapet UGM)

Yogyakarta (ANTARA) - Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Satyaguna Rakhmatulloh menyatakan upaya meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah tidak cukup hanya dengan menaikkan produksi susu segar, namun harus didorong terlibat dalam proses hilirisasi susu.

"Peternak harus didorong terlibat dalam proses hilirisasi, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk susu bernilai tambah agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar," kata Satyaguna dalam keterangan di Yogyakarta, Minggu.

Dia mengatakan, peningkatan produksi susu tanpa penguatan posisi peternak dalam rantai nilai hanya akan memperbesar pasokan susu segar tanpa jaminan peningkatan kesejahteraan.

"Karena itu, transformasi peran peternak menjadi pelaku usaha produk olahan susu perlu menjadi agenda utama pembangunan persusuan nasional," katanya.

Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah diversifikasi produk susu, yang diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti susu pasteurisasi, yoghurt, es krim, puding susu, keju, hingga produk pangan fungsional.

Diversifikasi dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas kelompok ternak dan kebutuhan pasar agar mampu meningkatkan posisi tawar peternak sekaligus memperpanjang daya simpan produk.

"Pentingnya pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang mencakup aspek teknis pengolahan susu, manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pengurusan legalitas usaha," katanya.

Pihaknya juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan dalam rantai nilai susu. Perempuan memiliki peran strategis dalam produksi, pengemasan, administrasi, hingga pemasaran produk olahan susu.

"Keterlibatan perempuan dapat memperkuat ekonomi keluarga peternak sekaligus mendorong terciptanya usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Untuk mewujudkan hilirisasi berkelanjutan, perlu kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, koperasi, dan dunia usaha. Dukungan berupa pelatihan, pembiayaan, penguatan kelembagaan, pengembangan pasar, serta pendampingan teknologi juga penting dalam membangun ekosistem persusuan yang adil bagi peternak.

"Peternak sapi perah harus menjadi subjek utama hilirisasi, bukan sekadar pemasok bahan baku. Dengan keterlibatan dalam pengolahan dan pemasaran produk susu, peternak dapat menikmati nilai tambah yang selama ini lebih banyak dinikmati sektor hilir," katanya.

Melalui hilirisasi berbasis kelompok ternak, diharapkan peternak tidak hanya mampu meningkatkan produksi susu, tetapi juga naik kelas menjadi pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi pada kemandirian susu nasional.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026