Logo Header Antaranews Sulteng

Bulog sasar 17 peternak di Sulteng untuk program SPHP jagung

Rabu, 1 Juli 2026 17:12 WIB
Image Print
Pimpinan wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah Jusri memberikan keterangan terkait penugasan penyerapan beras petani. (ANTARA/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - Perum Bulog menyasar 17 peternak di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk penyaluran jagung pakan pada program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) guna menjaga keberlanjutan peternak unggas.

"Kami ditugaskan pemerintah sebagai eksekutor lapangan menyalurkan SPHP jagung kepada para peternak dengan mengandalkan produksi petani daerah," kata Pimpinan wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah Jusri di Palu, Rabu.

Ia menjelaskan belasan peternak itu merupakan peternak mandiri dan melalui asosiasi tersebar di lima kabupaten di Sulteng yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Poso, yang mana data jumlah penerima program berasal dari Badan Pangan Nasional melalui usulan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.

Ia mengemukakan data peternak yang ada saat ini bisa saja bertambah, seiring dengan perkembangan usulan dari daerah, meski begitu pihaknya masih menyalurkan berdasarkan jumlah peternak yang direkomendasikan pemerintah pusat.

"Target penyaluran di Sulteng sekitar 900-an ton. Jumlah jagung pakan yang sudah disalurkan kepada peternak sekitar 200 ton pada pertengahan Juni 2026," ujarnya.

Ia memaparkan pada program SPHP jagung, pemerintah melakukan subsidi di mana Bulog membeli jagung milik petani lokal di lapangan dengan tingkat kadar air 19 sampai 20 persen seharga Rp5.500 per kilogram, sedangkan harga di gudang Bulog yang diantar langsung oleh petani Rp6.400 per kilogram.

"Kami menjual ke SPHP dengan harga Rp5 ribu per kilogram di gudang Bulog. Melalui subsidi diharapkan ongkos pakan dapat ditekan," ucap Jusri.

Menurut dia, target penyerapan komoditas jagung petani oleh Bulog di Sulteng sekitar 3.300 ton pilihan kering dengan kadar air 14 persen, langkah itu sebagai upaya pemerintah membantu memenuhi pakan ternak bagi pelaku usaha peternakan.

Stok jagung pakan yang disalurkan merupakan hasil penyerapan panen petani yang disimpan menjadi cadangan jagung pemerintah (CJP).

"Ujung dari program itu bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, selain beras. Supaya kebutuhan bahan pangan dalam negeri terpenuhi secara merata," kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026